Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 2

Makan malam Imlek mungkin menjadi sebuah momen yang wajib untuk berkumpul dan berbincang bareng keluarga, terutama dengan mereka yang terpisahkan jarak. But, who said that Lunar New Year’s Eve dinner must be spent calmly and solemnly at home?

Spending Lunar New Year’s Eve at a restaurant, like Regale Palace Restaurant—and their Lunar New Year Celebration event which invited two abroad singers and hosted by our fellow MC Freddy Kesuma, have been a kind of lifestyle adapted by Tionghoa in Medan.

Lalu, apa saja yang mereka sediakan untuk setiap keluarga yang merayakan Malam Imlek di Regale?

Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 3

Bukan. Jangan terkejut melihat foto bahan-bahan di atas. Kamu nggak akan disuruh masak sendiri ataupun disuruh membeli bahan belum jadi dengan Regale. Pasalnya, ke-enambelas bahan yang harganya cukup premium di pasaran di atas akan diubah menjadi sebuah menu yang cukup upscale pula.

PenCai,

menurut literatur yang kami kumpulkan dan penuturan dari pihak Regale, dimulai dari akhir Dinasti Song. PenCai bermula ketika para penduduk Hakka mengumpulkan bahan makanan apapun yang mereka punya untuk dijadikan makanan para prajurit perang yang kelelahan.

Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 4

Despite mengalami modifikasi atau tidak, PenCai mengalami sejumlah perubahan pada bahan-bahan yang digunakan. Termasuk juga dengan PenCai dari Regale yang menggunakan bahan-bahan yang cukup luxury bagi segelintir orang Tionghoa di Medan. Beberapa di antaranya adalah abalone, scallop, teripang, dan fatchoi.

Jangan menganggap remeh benda sejenis ganggang yang hairy-like di bagian atas set PenCai. Fatchoi namanya, yang memiliki cara baca yang homonim dengan fatchoi/facai yang berarti keberuntungan yang berlimpah. For me, Fatchoi tasted great dengan sedikit rasa asin yang dominan. Kalau dinikmati bersama saus abalone, kombinasinya terasa sesuai.

Ngomong-ngomong, saus yang digunakan pada set PenCai ini adalah saus dari kaldu abalone. Rasanya sedikit asin dengan hanya sedikit saja aroma amis yang terasa, yang mengingatkanku kalau menu ini adalah menu “seafood”.

Bahan-bahan pada PenCai juga tidak kehilangan profil masing-masing. Abalone dengan daging yang chewy dan sedikit manis; teripang yang masih kenyal dan sedikit crunchy; serta scallop yang terasa lembut dan tidak alot.

Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 9
PenCai

PenCai (ala carte)

Takeaway (Free Claypot) dan dine in – IDR 3.988.000,- nett untuk 10 orang
Pre-Order minimal 1 hari sebelum hari H

Set Menu at Regent Hall

Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 10

Selain PenCai, Regale juga menyediakan satu set menu dengan Yee Sang di dalamnya. Let’s skip Yee Sang as kita sudah pernah bahas Yee Sang pada artikel-artikel sebelumnya.

Yang menjadi highlight kami pada set menu ini adalah Bebek Panggang Spesial ala Regale yang disajikan dengan saus Hongkong (begitu sebutannya). Saus Hongkong berbeda dengan saus ala Beijing dengan salah satu cirinya adalah penggunaan kacang tanah di menu ini.

Dalam waktu singkat, Bebek Saus Hongkong ini menjadi favorit dari tim Makanmana yang datang ke lokasi. Mungkin kulit bebeknya yang crusty dan garing, dagingnya yang lembut dan terasa manis serta saus pendamping yang wajib banget untuk dinikmati bersamaan dengan setiap potongan bebek menjadi alasannya.

Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 13
Tumis Udang dan Sayuran dengan saus XO

Tumis Udang dan Sayuran dengan saus XO menjadi jawara kami berikutnya. OF COURSE karena main hero-nya yaitu si udang yang terasa garing dan crunchy. That is all I, personally, need from enjoying a shrimp dish.

Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 14
Tim Ikan Janang Merah dengan Saus Hongkong
Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 17
Sup Sirip Kepiting dengan Scallop Kering dan Daging Kepiting
Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 18
Angsio Hoisom dengan Irisan Top Shell Abalone dan Sayuran

Banyak menu yang kami cobain saat itu dan mostly suit our taste. Termasuk makanan penutupnya yaitu Manisan Peach dengan Bokni dan Angco. Manisan Peach atau Peach Gum sebenarnya sudah pernah kami bahas di artikel sebelumnya.

Peach Gum yang terbuat dari getah pohon peach versi Regale ini terasa lebih kasar dan bertekstur. Menurut Adrian, salah satu staff Regale, peach gum memang seharusnya tidak dimasak, melainkan cukup direndam hingga lunak.

Meski sedikit kemanisan saat disajikan, menu ini turut hadir menghiasi posisi yang spesial di dalam hati.

Anyway, we did tossed the Yee Sang back then.

Regale Palace Restaurant: Sebuah Tradisi Makan Malam Imlek 27
Yee Sang versi Takeaway

Kamu bisa baca penjelasan tentang Yee Sang pada artikel sebelumnya atau nonton video Sa Cap Meh tahun 2018 yang lalu.

Set Menu at Regent Hall

IDR 5.888.000 nett untuk sepuluh orang
Tersedia set menu senilai IDR 3.888.000 nett untuk sepuluh orang dengan varian menu yang berbeda

Regale Palace Restaurant (@regale_medan)

Jalan H. Adam Malik No 66-68
061-6626555/081269172029 for reservation
#no pork
Lokasi: https://goo.gl/maps/mWFJnk7oJ6E2

Yuk ikuti keseruan dari Makanmana di video terbaru: