Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 2

Dengan adonan tepung yang dibuat fresh setiap hari, Martabak Yurich berhasil membuat rasa dan tekstur yang konsisten for every single piece of their martabak. Rasa dan tekstur yang konsisten pun membuat mereka mendapat pelanggan loyal yang senantiasa menunggu untuk menikmati martabak ini.

How Luis started Yurich

Awal mulanya terbentuk Martabak Yurich ini sebenarnya dimulai dari hobby owner yang kerap dipanggil Luis untuk membuat kue. Dengan motivasi untuk mebuat martabak yang lebih enak untuk temannya, Luis pun ber-eksperimen sebelum akhirnya membuat martabak yang buat temannya mendorong dia untuk buka toko jualan Martabak.

Dengan support dari temannya, ia pun membuka Martabak King di Cemara, but due to the place, dia memilih untuk buka di lokasi yang sekarang karena lebih accessible.

Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 3

After experimenting, Luis pun menjadi pelopor beberapa jenis martabak yang sekarang sangat populer, contohnya Martabak Toblerone, Martabak Gulung, dan Martabak Hitam di Medan. Kualitas bahan-bahan yang ia pakai dan konsistensi rasanya yang menjadi salah satu alasan kenapa banyak pasukan jaket ijo yang mangkal disini.

Ada empat base rasa untuk Martabak Yurich; Original, Pandan, Black Padded, dan Red Velvet yang dicampur buah naga. Karena gue pecinta martabak klasik, so we got the original martabak with sugar and condensed milk, dan salah satu martabak populer Yurich; The Black Orchis (read: oreo cheese).

Most popular: The Black Orchis

Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 6
Black Orchis (IDR 85rb)

Black Orchis ini terbuat dari adonan martabak yang dicampur oreo yang dipanggang. Next, selagi serat-serat martabak masih panas, martabak diolesi dengan butter Wysman. Butternya pun menyusupi setiap celah terbuka, memastikan all parts of the martabak are well coated.

Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 7
Taburan oreo di atas olesan keju

Untuk kejunya, Black Orchis menggunakan mixed cheese ala Yurich yang terdiri dari Parmesan Cheese, Gouda Cheese, Cheddar, dan Mozzarella. Keempat keju ini sudah diolah dalam bentuk krim so gua sempat kirain kakaknya olesin butter Wysman dua kali. Ternyata olesan kedua itu adalah krim pekat dari keempat keju tersebut.

Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 8
Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 9
Close up Black Orchis

The final product ditaburi bubuk orea yang berlimpah dan di akhiri dengan a round of condensed milk. Meskipun warnanya hitam dan isinya terlihat sangat berlemak, surprisingly gua bisa makan lebih dari 3 pieces of Orchis. Tidak hanya harum, tapi rasanya yang manis dan buttery benar-benar meleleh di lidah. Perpaduan manis adonan oreo, butter, dan cream cheese homemade rasanya seperti Romeo and Juliet punya happy ending karena bikin kita bahagia. Apalagi buat pecinta gula seperti daku.

Back to Basic: The Original ala Yurich

Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 10
Original Martabak

As for the original one, rasa mentega yang cenderung gurih lebih terasa. Tapi many people feel the original taste is as sweet and good as it is. Memang tastebud setiap orang berbeda which was why for me it’s not too sweet. But perpaduan dari mentega, gula, dan susu kentalnya overall sudah pas. Kalau kalian punya lidah seperti gua yang cenderung suka lebih manis can ask for more taburan gula.

Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 11
Martabak Original (IDR 45rb)

Tekstur martabak original sangat lembut dan terasa seperti bika ambon, which is one of Medanese’s specialty cake. The original martabak was less heavy than the Black Orchis so those who enjoy to savor their martabak may like this more. Buat yang suka martabak lembut nan bertekstur tak bikin eneg, martabak yang original satu might be cocok for you.

Next Best Menu: Kebab

Martabak Yurich dan Kebab House, konon pelopor martabak Gulung & Hitam 12
Kebab Sosis (IDR 25rb)

Since we were already at Yurich Martabak, kami juga harus dong nyobain Kebab mereka. Kata Luis, sayuran yang mereka pakai itu hydroponik atau organik, dimana mereka dapatin sesuai musimnya. Untuk kulit kebabnya sendiri mereka pakai kulit kebab yang terbuat dari tepung gandum, which explained kerenyahan kulit kebab yang masih garing meskipun kebabnya sudah hangat.

Sosisnya sosis premium juga, terasa dari teksturnya yang ga alot dan lembut pas digigit. Meski sudah dipanggang, bagian luar sosisnya ga sulit digigit unlike kulit tahu yang sudah lama direbus.

Kebabnya punya basic ingredients seperti sayur selada, timun dan sosis ayam. Kami setuju kalau yang membuat kebab satu ini worth it itu kulit kebabnya. Gabungan dari tekstur renyah kulit kebabnya dan isi kebab yang cenderung basah, memang membuat the overall experience pretty tasty.

Personally, I had eaten better kebabs in terms of taste, tapi kalau di Medan this one is good enough.

MaMa sekarang tau kenapa Martabak Yurich ini populer dan banyak pelanggannya. Dengan bahan berkualitas dan harga yang setimpal, Martabak Yurich pun menjadi salah satu cemilan berkualitas buat dompet yang baru gajian.

Yurich Martabak dan Kebab House

Jl. Putri Merak Jingga No.8H, Kesawan, West Medan, Medan City, North Sumatra 20111
10:30AM-11:30PM
0813-6108-8885
Lokasi: https://goo.gl/maps/eF351djnkWM2