fbpx

Cerita Tentang teh, Cerita Tentang kita

An article by Lisa Chan (@seekingneonbuddha)

Tegukan pertama segar di bibir
Tegukan kedua melepas dahaga
Tegukan ketiga menyegarkan hati
Bolehkan meneguk lagi?
Bisakah kita menerima lagi?

***

Di jaman kekinian dimana sosial media menjadi panutan untuk meraih sukses, kecepatan adalah sebuah superpower. Bisa dibayangin gak kalau tim Avengers hanya bisa bergerak secepat Gojek? Bahkan driver Gojek pun dituntut untuk punya kecepatan seperti Avengers.

Cerita Tentang teh, Cerita Tentang kita 1

Trend kopi instan dan teh instan yang lagi mendunia bagaikan kaca dari perilaku kita semua. Kenapa sih semua nya harus cepat? Apa sih yang kita kejar? Kita minum kopi untuk apa?

Ya biar dapat asupan energi untuk bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, dan setelah akhirnya pekerjaan tadi selesai, sudah ada daftar pekerjaan lain yang harus dikejar, juga dengan cepat-cepat. Dari situlah timbul perasaan was-was, tidak tenang, tidak bisa diam bahkan untuk menarik nafas dalam.

Cerita Tentang teh, Cerita Tentang kita 2

Kalau kita lihat di Instagram, banyak sekali kawula muda, apalagi influencers terkenal yang selalu menganjurkan kita untuk sering meditasi, sering meluangkan waktu untuk diri kita sendiri. Tapi apa daya kalau deadline-lah raja kita.

Disinilah dimana seni tradisi minum teh sempat hilang, diganti dengan tren Boba/Bubble Iced Tea yang menjadi aksesori tenggorokan sehari-hari. Tingkat kemanisan yang tinggi, warna yang pekat dan packaging yang unik menjadi nilai jual lebih untuk millenial.

Untung saja ada beberapa tempat yang masih menyediakan Traditional Chinese Tea lengkap dengan filosofi hidup dan manfaat setiap daun untuk badan dan juga kesehatan pikiran kita.

Kalau ke Singapura, pasti harus berhenti di ‘Tea Chapter’, dimana kita akan disambut ramah dengan dekorasi hangat kayu-kayu, dan wangi teh yang langsung bisa tercium di langkah pertama kita. ‘Tea Chapter’ adalah salah satu tea house tertua di Singapura yang pernah dikunjungi oleh Ratu Elizabeth pada tahun 1989. Staff disana pasti akan merekomendasikan kita untuk mencoba ‘Imperial Golden Cassia Tea’ yang pernah diminum Ratu Elizabeth. ‘Imperial Golden Cassia Tea’ yang harganya memang termasuk tinggi karena tempat asalnya dari Anxi, Fujian yang mempunyai aroma bunga Osmanthus yang kebanyakan hanya tumbuh di Cina.

Untuk para pemula, jangan pernah takut atau malu bertanya. Keseruan di setiap tea house adalah informasi dan cerita berbeda yang bisa kita dengar kalau kita juga membuka hati dan pikiran, sama juga dengan filosofi minum teh. Seni minum teh itu bukanlah di alat atau teh-nya, tapi di cara setiap ‘tea masters’ atau ‘tea sommeliers’ bercerita akan asal-usul dan fungsi setiap daun.

Tapi ingat, kalau benar-benar ingin menikmati setiap lapis rasa dari teh, jangan buru-buru. Teh enak itu berasal dari kombinasi daun teh, kehangatan air, dan setiap menit yang kita bisa lewati meneguk secangkir teh, menarik nafas, berbagi cerita.

Cerita Tentang teh, Cerita Tentang kita 11
Lisa dan alat-alat teh nya

Profil Penulis

Cerita Tentang teh, Cerita Tentang kita 12
Lisa Chan

Lisa Chan adalah seorang restaurateur yang menemukan kembali suara nya melalui seni dari penyajian teh, yang hilang ditengah keributan kota. Memulai karir sebagai copywriter, dia menemukan sensasi damai di dalam setiap tetes teh dan di setiap bait dan garis cerita yang dia kemas sebagai bentuk curahan yang terkadang kita tidak bisa ungkapkan.

Leave a Reply