An article by Lisa Chan (@seekingneonbuddha)

Teh yang enak itu, teh yang rasanya bagaimana sih?
Dingin? Panas? Pake Gula?
Manis? Pahit? Sepet?
Coba kita tanya diri kita, kalau hidup yang enak itu yang bagaimana sih?
Dingin? Panas? Manis? Pahit?

Jawaban nya sederhana. Kita hanya bisa tahu sensasi yang manis kalau kita sudah mengerti hal apa yang pahit. Dengan sedikit yang dingin pun, yang panas bisa berubah hangat.

Teh Yang Terbaik di Dunia 2

Seringkali saya ditanya teh apa yang paling enak. “I think a good tea will simply make you feel good”. Sama seperti semua pengalaman hidup kita yang selalu penuh dengan panas dinginnya cuaca dan suasana hati kita.

Teh Yang Terbaik di Dunia 3

Untuk itu penting sekali kalau kita bisa mempertahankan suatu ritual yang bisa membawa kita kembali tenang di saat sekeliling pada susah santai.

Walau kadang tradisi sering membawa sakit kepala dan kebingungan, tradisi ‘tea appreciation’ telah menjadi sebuah ritual yang menjadi hadiah di keseharian saya apalagi di hari-hari yang lebih mirip tarian barongsai, heboh dan ‘chaotic’.

Cuap-cuap Editor:

Gue merupakan salah satu pengagum Lisa Chan dan termasuk persona yang hobi banget minum teh, terlepas dari itu traditional Chinese tea atau sekedar tehtong dan teh mandi (manis dingin).

Salah satu orang yang paling sering bertanya tentang “teh apa yang paling enak” ke Lisa adalah gue. Berkaca dari presisinya kopi dan beragam metodenya dan penilaiannya, gue pikir teh juga memiliki aplikasi yang sama. But, it’s not.

Teh Yang Terbaik di Dunia 9

What Lisa always say is “if it’s good for you, then it’s a good tea dan salah satu kalimat Lisa yang sering gue kutip adalah You may not like my tea and I may not like your tea, but it doesn’t mean each of us brew the wrong tea.

Profil Penulis

Teh Yang Terbaik di Dunia 10
Lisa Chan

Lisa Chan adalah seorang restaurateur yang menemukan kembali suara nya melalui seni dari penyajian teh, yang hilang ditengah keributan kota. Memulai karir sebagai copywriter, dia menemukan sensasi damai di dalam setiap tetes teh dan di setiap bait dan garis cerita yang dia kemas sebagai bentuk curahan yang terkadang kita tidak bisa ungkapkan.