“Sweet, savoury; crispy and tender”

Dari kakek sampai cucu, rasa masih sama

chasio afoek kuliner medan
Arah depan Chasio Afuk

Kurang lebih 60 tahun berdiri, sekarang Kedai Chasio Afuk ditangani oleh generasi ketiga.

Kedai ini awalnya dibuka oleh Sang Kakek, tapi sepeninggal Beliau, usaha ini kemudian diteruskan ke anak-anaknya.

Chasio garing di Medan pada awalnya dibuka oleh dua kedai yang bersaudara: Chasio Asan dan Chasio Afoek, dimana Chasio Asan sebagai abang dan Chasio Afoek sebagai adek.

chasio afoek kuliner medan
Ci Aling yang mengurus bagian depan

Dulu, Kedai Chasio Afoek dibuka di seberang kedai yang sekarang.

Alasan mereka pindah adalah faktor luasnya tempat. Tempatnya yang dulu lebih kecil dan tidak cukup untuk menampung jumlah pembeli yang terus berdatangan.

Meskipun sudah terkenal dan sudah lama berada di jajaran kuliner kota Medan, pemilik Chasio Afoek selalu turun tangan dalam urusan usaha.

Saudara laki-laki mengurus bagian pemrosesan daging, dari proses marinade hingga pemanggangan, sementara yang perempuan mengurus bagian penjualan dan pemotongan.

chasio afoek kuliner medan
1 tusuk besi memiliki 15 baris daging Chasio

Hal pertama yang menarik perhatian adalah barisan daging Chasio (daging bewarna merah) yang tertata rapi di tusukan besi panjang.

Chasio dan Siobak digantung sedemikian rupa untuk memamerkan produk kebanggaan mereka (see: Menggiurkan banget!)

chasio afoek kuliner medan
Seporsi Chasio (IDR 48rb)

Dalam satu porsi daging, kamu akan diberi Char siew (daging bewarna merah) yang dicampur dengan Siobak (pork belly).

Kalau kalian cuma suka salah satunya, bisa request untuk seporsi “chasio” saja atau “siobak” saja, dengan harga sama-sama IDR 48rb.

Menurut Ci Aling as one of the owners, penjualan sehari bisa menghabiskan sekitar 6 tusuk daging (1 tusuk = 15 baris chasio) pada hari biasa. Kalau hari Minggu bisa menghabiskan 10-12 tusuk!

chasio afoek kuliner medan

Rubbing, marinating, dan smoking adalah langkah yang diambil untuk memastikan rasa, tekstur, dan warna Chasio selalu konsisten.

Menggunakan kayu bakar untuk memanggang, wangi dagingnya lebih menonjol dan tingkat kematangannya juga lebih pas.

Daging B2 di marinasi dengan gula merah untuk mendapatkan warna merah yang menggugah selera dan rasa manis yang khas Char Siew. Tekstur daging yang lembut dengan luaran yang crunchy didapat dari hasil pemanggangan yang dipantau terus menerus.

Soal proses pembuatan, Siobak dirasa lebih sulit diproses karena mereka harus memastikan dagingnya matang sempurna dengan luaran yang garing.

Oleh sebab itu, Siobak yang diungkep harus diangkat dan dimasukkan kembali dalam ungkepan secara berulang-ulang.

Legendaris itu ada alasannya!

chasio afoek kuliner medan

Pada awalnya, saya sempat sedikit kecewa melihat dagingnya yang tipis karena tidak yakin dagingnya bisa bikin kenyang. Alhasil, setelah gigitan pertama, saya justru mengganguk puas.

Ada alasan mengapa daging mereka dibuat tipis.

Daging tipis ini membuat tekstur garing lebih terasa. Dengan pelumuran gula merah yang rata, rasa manis Chasio ini jadi pas di lidah.

Sejak kecil sampai sekarang, aku cukup sering makan nasi ditemani Chasio.

Ada yang tebal dan lembut—tapi kebanyakan berlemak. Ada juga yang tebal dan keras dengan rasa yang kurang cocok di lidah.

Overall, dari semua tipe chasio yang sudah pernah aku coba selama ini, memang ini yang punya rasa dan tekstur yang aku rasa paling pas.

chasio afoek kuliner medan
Sup Sayur Asin untuk menurunkan kadar kolesterol.

Makan daging babi itu memang enak, kolesterolnya aja yang nggak. Untuk menurunkan kadar lemak yang udah meninggi dan menumpuk, aku pun beralih ke sup sayur asin yang di dalamnya ada asam potong, tomat dan kua chai.

Menurut Sang Owner, sup sayur asin ala Chasio Afoek direbus menggunakan Tua Kut dan Bak Kut.

Menggunakan lebih kurang 12 hingga 15 kg bak kut tiap hari, tentu saja memberikan rasa gurih yang kuat.

The Legend is Here to Stay

chasio afoek kuliner medan

Tak hanya di Medan, lezatnya salah satu Chasio legendaris ini udah terdengar hingga ke luar kota, bahkan luar negeri!

Jumlah pesanannya pun tak tanggung-tanggung, bisa 3-4 dus tiap hari, atau minimal 5 kg. Lain lagi ceritanya kalo yang langsung beli on the spot.

Proses pembuatan serta resep yang turun temurun membuat Sang Owner terdorong untuk melanjutkan usaha Chasio Afoek. Sebagai salah satu ikon kuliner di Medan, Sang Owner merasa sayang jika warisan keluarga yang berharga tersebut harus hilang begitu saja.

Chasio Afoek 88

Jl. Brigjend Katamso No.148, Sukaraja, Medan
09.30-17.00
Telp.: 0853-6297-7777
Location: https://goo.gl/maps/dA9ocPAH1v92

Yuk ikuti keseruan dari Makanmana di video terbaru: