The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 2

“If you can make a better version of other people, why don’t you be a better version of yourself?”

Sebuah kalimat yang mungkin terdengar tidak begitu berarti bagi kamu. Walau demikian, sepenggal kalimat ini pernah menjadi sebuah titik tolak krusial keputusan seorang Kartika Zhang untuk mulai membangun karirnya — The Upper Level Fine Dining di kota kelahirannya, Medan.

Who is Kartika Zhang? Let me tell you a brief story about her.

The woman behind the magic.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 3

Perjalanan Kartika dimulai sejak dirinya hobi memasak dan sering membantu orangtuanya di dapur Sop Ikan Istimewa Khas Batam, which is owned by her parents. Seakan menapaki jejak yang sama, The Upper Level kini beroperasi di lantai 2 restoran Sop Ikan Istimewa Khas Batam.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 4

Kartika yang mendapatkan beasiswa studi ke Singapore, memutuskan untuk mengambil jurusan Culinary Arts di At-Sunrice GlobalChef Academy. Setelah studinya, Kartika berkarir di berbagai restoran ternama di Singapore.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 5

Pengalaman-pengalaman kerja inilah yang Kartika gunakan sebagai kesempatan mengasah cooking skill-nya menjadi semakin terampil. Pengalaman berkarir mulai dari Grand Hyatt, Burnt Ends, sampai Shoukouwa serta restoran lainnya menjadi fondasi-nya sekarang.

Namun, pengalaman paling tak terlupakan dimana mental Kartika benar-benar dilatih di dapur ialah semasa di Burnt Ends. Dari jam kerja yang panjang; terkadang hanya dapat tidur 3 jam sehari, dinner service yang selalu full; it’s 6 hours of full house service in No. 10 Best Restaurants in Asia, semua tak luput dari bimbingan mentor terbaik bagi dirinya, Chef Dave.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 6

Berbekal skill semasa berkarir di Singapore kemudian kembali ke Medan ingin merintis usaha kuliner sendiri, para sahabat Kartika menceritakan banyaknya peminat steak di Medan, so why not she thought, membawa dirinya memutuskan akan membuka sebuah steakhouse.

Di momen inilah ketika Kartika berkonsultasi dengan Chef Dave tentang keinginannya, namun dilarang. “You can do so much more. Go and find the concept for yourself.” tanggap Chef Dave.

“If you can make a better version of other people, why don’t you be a better version of yourself?”. Kalimat inilah yang menjadi cikal bakal The Upper Level Fine Dining hari ini.

And the story continues…

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 7

The reason behind The Upper Level Fine Dining

So, Kartika was back to her hometown, Medan. Setelah berkelana melihat kembali ‘kampung halaman’nya, Kartika sendiri merasa kota Medan kurang memiliki food scene yang berpengaruh ataupun setidaknya berbeda.

That’s why, lahirlah ide konsep ingin memperkenalkan makanan-makanan baru, dimana kita selama masih di Medan tetap bisa menikmati kuliner internasional dengan harga yang tetap terjangkau.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 8
Where the magic happens.

The Upper Level ialah sebuah contemporary & modern fine dining restaurant yang sebenarnya memiliki temporary identity. Dengan artian menu-menu di sini akan berubah sewaktu-waktu sesuai season. Bukan season yang musim semi, panas, gugur, dingin itu ya hehe.

Setiap short season ini berkisar 2-3 bulan dan setelah itu menu lama akan digantikan yang baru. Seperti season pertama ini dengan tema “Around The World“, kamu akan serasa dibawa keliling dunia ke 6 negara berbeda.

Grand opening menu The Upper Level telah berjalan sejak 27 Juli dan akan berakhir di akhir Oktober ini. Kuliner internasional yang disajikan beragam dari negara Brazil, Japan, Spain, Italy, France, sampai Australia.

Now let the foodporn begins.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 15

Pão de queijo sebagai pembuka hidangan. Pão de queijo atau kadang dikenal sebagai Brazilian cheese bread, ialah makanan ringan populer yang atau kadang dijadikan sarapan di Brazil.

Tanpa bahan pengembang, roti ini terbuat dari bahan dasar tepung tapioka dan keju. Lapisan luarnya crusty namun tekstur di dalamnya lembut dan elastis seperti tekstur mochi. Quite unique to start the mood that day.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 16

We didn’t expect this to be a vegan dish. Akami sendiri adalah salah satu tipe potongan dari ikan tuna dalam Japanese sashimi. It is deep red and firm, very lean and low in fat.

Vegan akami ini ialah rendisi dari vegetarian tuna, and you know what? It’s made from vacuum compressed watermelon! Dengan marinasi bersama kombu (sejenis ganggang laut), you’ll be so surprised with its tuna-like taste!

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 19

The third menu comes from Spain. Basically, menu ini terdiri dari smoked squid dengan pico de gallo. Pico de gallo sebenarnya adalah Mexican salsa yang terbuat dari tomat, bawang merah, daun ketumbar, dengan air jeruk nipis. Namun, di menu ini salsa pica de gallo diemulsi menjadi saus cair.

Dengan taburan Spanish rubbed almonds, potongan daun bawang dan bubuk paprika merah, hidangan ini lebih nendang dimakan bersamaan dengan semua elemen di dalamnya. One mouthful of sour, spicy, salty, and smoky sensation!

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 22

Menu ini terinspirasi dari hidangan khas Italy dengan elemen utamanya handmade gnocchi. Gnocchi ialah salah satu jenis pasta yang terbuat dari campuran kentang dan tepung.

Dalam satu dish ini selain gnocchi, juga dilengkapi dehydrated kale chips, charred jamur shimeji, dan parmigiano sauce. We are impressed with its creaminess and richness.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 23

Here’s one of the main courses, from France. With 100gr Norwegian salmon, dengan saus khas French lemon beurre blanc, serta dilengkapi confit asparagus dan roasted cauliflower. Nothing to say much, except we are so satisfied with the salmon portion.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 24

And the other main course, from Australia100gr Darling Downs wagyu ribeye dengan marbling score MB6. Sebagai hidangan sampingan, dilengkapi salad dari lollo rossa (selada berdaun merah) dan organic cherry tomato. You know it’s a good stuff because Darling Downs wagyu is one of Australia’s finest wagyu brands.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 25

Jika biasa steak di-pairing dengan wine, beda halnya di sini. Di The Upper Level, they substitute the wine with kombucha tea. Seperti yang kita ketahui, teh kombucha ialah minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula yang memanfaatkan ragi jamur kombucha. It’s still a good pairing though!

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 26

Finally, the dessert! Hidangan pencuci mulut yang indah ini dikreasikan dengan konsep earthy. As you can see, soybean panna cotta disulap menjadi bentuk stone, avocado mud seperti gumpalan lumpur, cocoa soil seperti butiran tanah, dan ditemani dengan fresh fruits. Quirky, gorgeous, and fresh!

So, how’s the price of this full course dinner?

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 27

Basically, kamu bisa memilih tiga jenis menu set di sini, yang berbeda hanya di pilihan main course. Semua harga di bawah belum termasuk PPN 10%, tapi udah termasuk free refill drinking water yah.

  • France, IDR 300K per paxwith choice of Norwegian salmon.
  • Australia, IDR 400K per paxwith choice of Darling Downs wagyu ribeye.
  • The Grand Menu, IDR 550K per paxfor those who dare, you got both of above items!

Kalau kamu mungkin ingin pesan makanan atau minuman lain lagi, it’s possible though!

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 31

Elephant in the room: Is it worth it?

As usual, I will once again say it depends. Because each person has their own perception on how to appreciate food, right? Kami pernah melakukan survei sederhana dan hasilnya memang benar-benar variatif.

Bagi sebagian orang, menunggu makanan satu per satu keluar, atau porsi yang mini-mini, atau bahkan tidak paham dengan konsep fine dining, definitely fine dining is not their thing and will say it’s not worth it.

The Upper Level — Fine Dining di Medan, Serasa Dibawa Keliling Dunia 32

But if you are full of curiosity in trying new things or appreciate & familiar with the concept of fine dining, do give it a try. We are not saying it’s cheap but we think it’s quite worth it with all menu you’ll get in one full course dinner.

After all, why not give a support to an individual who dare to take bold step to establish something new and bring new color to Medan’s F&B industry?

Last but not the least as our kindly reminder, season pertama akan berakhir di akhir bulan Oktober ini ya. So, make your reservation while it lasts, ‘kay?

The Upper Level (@theupperlevel_dining)

2nd Floor of Sop Ikan Istimewa Khas Batam
Jalan Taruma No. 52A, Medan Petisah
By Reservation Only. RSVP 0811-6300-188
No Kids Allowed (Except Tue & Sun)
Open: 11:00-15:00 & 18:00-21:00
Location: https://goo.gl/maps/iqCVTR2SafwdMq9x6

Yuk ikuti keseruan dari Makanmana di video terbaru: