Starbucks Reserve Pertama di Delipark Medan Yang Paten Abis!

Starbucks Reserve brings the usual Starbucks to another level. Kemunculannya di Indonesia masih tergolong jarang karena sampai artikel ini ditayangkan, Starbucks Reserve baru hadir di 6 kota termasuk Medan.

Outlet Starbucks Reserve paling pertama di Medan dibuka di Delipark Medan Podomoro.

Since it’s very new in Medan, banyak yang bertanya-tanya: “apa sih perbedaannya dengan Starbucks pada umumnya yang sudah membanjiri seisi kota Medan?”

Dengan maksud dan tujuan itulah, gue akhirnya memohon teman kami Ownid untuk mempertemukan gue dengan pihak Starbucks. Sekaligus untuk merasakan sendiri Starbucks experience yang lebih “pro” istilahnya.

Thanks, bro @ownid !


The Masterclass Set Up

Gue lebih duluan tiba di Starbucks Reserve, bertemu dengan Mas Rangga, kemudian disusul oleh Ownid.

Mas Rangga, tukang kopi kami pagi itu. Haha!

Mas Rangga ini adalah barista yang akan menyajikan kopi, pengalaman dan pengetahuannya kepada kami.

Kami cukup terkejut dengan set up yang disediakan oleh Mas Rangga. Presentasinya rapi dan “luxurious”.

Trivia: Set Up yang seperti ini biasanya dilakukan saat sesi Masterclass atau pengenalan beans baru di Starbucks.

Plating-nya pake niat…
Mevvah cuy! Berasa lagi Fine Dining!

Jadi, kunjungan kami ini adalah special occasion, makanya di set up seperti ini.

Standarnya sih, pengunjung akan disajikan kopi dengan gelas ukuran “TALL” di atas nampan kayu dengan beans card dan munchies untuk pairing.

Perlu dicatat bahwa yang jadi esensinya bukan di set up plating, melainkan di pengalaman berbincang secara langsung dengan baristanya.

Main Topic: Perbedaan Starbucks Reserve dengan Starbucks

Products—Presentation—Process—Engagement

4 aspek di atas yang membedakan Reserve dengan yang common.

Dari informasi mengenai alat, SEJARAH ALATNYA, asal biji kopi serta bagaimana sejarahnya, sampai ke insight mengenasi PERKEMBANGAN Starbucks yang paling baru, semuanya disajikan kepada pengunjung.

Selain dari pengalaman, biji kopi yang disediakan pada Starbucks Reserve pun berbeda. Jangan khawatir, menu-menu favorit yang sering kalian pesan di Starbucks pada umumnya pun masih tersedia di sini.

Hanya saja, Reserve menambahkan list kopi seasonal yang akan berganti setiap beberapa bulan sekali, yang cuma tersedia pada satu Reserve.

Maksudnya begini, biji kopi yang tersedia pada saat gue kunjungi adalah Costa Rica, Guatemala, dan El Salvador.

Reserve Line-Up

3 jenis biji kopi ini hanya tersedia pada season ini saja, pada Starbucks Reserve yang di Delipark Podomoro ini saja dan TIDAK ADA di Starbucks Reguler lainnya. Stok yang tersedia pun sangat terbatas.

Meski begitu, biji kopi seasonal yang ada di Starbucks reguler pun tersedia kok di Starbucks Reserve.

Starbucks Seasonal

Or should I say, Starbucks Reserve adalah versi paling komplit dibanding Starbucks yang reguler.

Cara penyeduhan kopinya pun berbeda, begitupula dengan engagement atau interaksi dari barista Starbucks kepada pengunjung.

YOU’LL NEVER FEEL THE SAME EXPERIENCE IN ANY REGULAR/COMMON STARBUCKS.


Let’s Start The Session

Single-Origin Sulawesi Toraja

Sulawesi Toraja lengkap dengan plating yang menggambarkan taste note dari biji kopinya.

Biji kopi ini merupakan biji kopi seasonal pada Starbucks Reguler. Artinya tersedia di semua Starbucks Reguler namun bersifat seasonal.

Sebelum mulai ke penyeduhan biji kopi, Mas Rangga menjelaskan dulu nama alat di sampingnya dan asal mula sejarah ditemukan alat ini.

Syphon

Syphon, terdiri dari 2 chamber yang terhubung dengan pipa khusus yang didesain sedemikian rupa. Chamber atas untuk bubuk kopi dan chamber bawah untuk air.

Air di chamber bawah kemudian dipanaskan dengan spiritus. Perbedaan tekanan air yang dipanaskan menyebabkan air tersedot ke bagian atas chamber, menuju ke tempat bubuk kopi berada.

Tidak apa-apa jika ada air yang tersisa di chamber bawah, fungsinya agar menjaga stabilitas suhu dan mencegah chamber bawah pecah.

Setelah semua air tersedot ke chamber atas, segera singkirkan api agar rebusan kopi kembali turun ke chamber bawah.

Kopi kemudian dituang ke dalam coffee server, ditutup, dan didiamkan selama 10-15 menit sebelum dinikmati.

Ada 4 karakter kopi yang bisa dirasakan atau dinilai saat menikmati kopi.

Aroma—Acidity—Body—Flavor

4 karakter ini berhubungan dengan tahapan menikmati kopi yang diajarkan oleh Mas Rangga.

Tahapan dimulai dari SMELL, atau mencium Aroma dari kopi.

Smell….

Genggam cangkir dengan tangan kiri dan gunakan tiga jari dari tangan kanan untuk menutup sebagian cangkir. Dari rongga yang tersisa kemudian cangkir kamu dekatkan ke hidung untuk mencium aromanya.

Nope, kamu belum menilai atau judge atau memprediksi rasanya pada tahapan ini. Hanya untuk cari tahu aromanya seperti apa.

Kopi kemudian diseruput (SLURP)…

…dengan bibir tidak menyentuh gelas dan memperkecil jarak antara bibir atas dan bibir bawah.

Dengan begini, kamu membiarkan banyak udara yang masuk selagi menyuruput kopi, menurunkan sedikit suhu kopi sebelum tiba di lidah.

Pergerakan kopi seakan-akan disemprot ke seluruh bagian mulut. Menyebabkan kopi menyebar ke setiap zona perasa di lidah.

Jangan lupa untuk LOCATE di mana kamu meminum segelas kopimu itu.

Gue minumnya di Starbucks Reserve Delipark 😀

Hal ini membantumu dalam proses mendeskripsikan kopi pada tahap berikutnya. Asal kopi, tempatmu menikmati, filosofi dan lain sebagainya berpengaruh pada tahap ini.

Kemudian, DESCRIBE karakter ACIDITY, BODY, dan FLAVOR dari kopi yang kamu seruput tadi.

Silahkan dicatat bila perlu, kalau tidak ya cukup kamu simpan rasanya dalam memori untuk kemudian dibandingkan dengan biji kopi lain atau dijelaskan sensasinya kepada orang lain.

Lalu kembali ke biji kopi Sulawesi Toraja tadi. Kopinya memiliki rasa dan aroma yang mirip seperti torched marshmellow dan black sesame. Memiliki karakter yang full body dan memiliki tingkat acidity yang low.

Food Pairing

Setelah seruputan pertama tadi, kami diminta untuk mengunyah snacks yang disediakan.

Dari bentuknya sih seperti eclairs dan gigitan pertamaku membenarkan dugaanku.

Eclairs dikunyah-kunyah terlebih dahulu tanpa menelannya. Sambil masih membiarkan eclairs di mulut, kami diminta menyeruput kopi dan telan secara bersamaan.

Persepsi masing-masing orang akan berbeda, menurut yang lain kopi Sulawesi Toraja tadi menjadi lebih bland, menurut Mas Rangga sendiri justru lebih dapat aroma black sesame, menurut gue pribadi justru lebih terasa nutty.

Entah kami-kami ini yang masih kurang “pro” atau memang tergantung kepada pemahaman dan persepsi manusia. So, I’ll zip it daripada nampak bodohnya. Haha!

Menurut Mas Rangga, lebih baik kopi dinikmati dengan cara food pairing seperti ini daripada kopi dicampurkan dengan perasa-perasa lainnya.

FYI, ada 3 tipe dalam food pairing.

Common—Contrast—Conversation

Common

Food yang disediakan pada tipe common memiliki karakter yang sejenis dengan karakter kopi.

Contrast

Food yang disediakan justru bertolak belakang dengan karakter kopi yang dihidangkan

Conversation

Tipe yang satu ini mungkin lebih filosofis rasanya. Bukan rasa yang ditonjolkan, namun percakapan dalam menikmati food dan kopi itu sendiri.

Semua hal dari segala sisi bisa dijadikan bahan. Gue beri contoh nih: Biji Kopi Italian Roast belum tentu sekarakter dengan Croissant, namun kedua kombinasi ini merupakan kultur dari orang Italia.


Costa Rica

Single-Origin Costa Rica

Sesuai namanya, biji kopi ini berasal dari Costa Rica dan merupakan jajaran biji kopi khusus Reserve. Artinya hanya ada di Starbucks Reserve Delipark ini dan bersifat seasonal.

Anyway, syarat agar satu asal biji kopi dipilih menjadi biji kopi pilihan Reserve adalah…

Rare—Exquisite—Exotic

Gue bakalan skip asal muasal sejarah biji kopi ini, meskipun bisa saja gue jelaskan panjang lebar di sini. I think you should experience it yourself di Starbucks Reserve.

Gue hanya akan berbagai beberapa insight dari Single Origin Costa Rica ini. Kopi seduhannya memiliki note apel merah, caramel dan chocolate.

Melitta Flat-bottom

Kali ini Mas Rangga menggunakan metode Pour Over dengan menggunakan Melitta Flat-bottom. And again, I’ll skip penjelasan alat yang satu ini, biar kamu rasain langsung di Starbucks Reserve.

Trivia: Di Costa Rica, dibangun Starbucks Support Center untuk yang pertama kalinya yang bertujuan untuk menyediakan informasi tentang kopi untuk petani lokal.

Dan di Costa Rica inilah, kebun kopi milik Starbucks yang paling pertama dilahirkan.

Begini cara lipat filter untuk Melitta Flat-bottom

Untuk Single Origin Costa Rica, Mas Rangga mengawinkannya dengan brownies dengan saus karamel di atasnya.

Hint: ketika loe makan gula sebelum minum teh manis, maka loe akan merasakan rasa hambar saat meneguk teh manis tadi.

Guatemala

Single-Origin Guatemala

Guatemala merupakan “temen satu level” dari Costa Rica di atas tadi. Hanya ada di Starbucks Reserve Delipark ini dan bersifat seasonal.

Sama, gue pun akan skip penjelasan alat dan asal muasal biji kopi ini.

Mas Rangga menggunakan metode yang sama Pour Over sekaligus Immersion untuk biji kopi yang satu ini. Mas Rangga menyebutnya metode yang hybrid. Coba tanyakan alasannya secara langsung pas kamu ikuti merasakan sendiri pengalaman Starbucks Reserve.

Alat yang digunakan bernama Chemex dan butuh sekitar 4 menit hingga kopi selesai drip dari filternya.

Filter Chemex berbentuk persegi dan dilipat seperti gambar di atas.

I don’t really remember taste note dari biji yang satu ini karena topik pembicaraan kami dengan Mas Rangga sedikit drifted.

Plating ini menggambarkan taste note-nya. Citrus-y dan nutty.

Pada momen ini memang rasa penasaran kami semakin menjadi. Fokus menikmati kopi jenis ini pun buyar. Haha!

Tapi kami puas dengan keseluruhan pengalamannya. Ini BENAR-BENAR BERBEDA dengan Starbucks yang gue kenal selama ini.


What’s More?

Area Bar Starbucks Reserve

Salah satu dari kami merasa sesi hari itu seperti sebuah Master Class dari Starbucks.

Bener-bener intimate dan memperoleh banyak sekali informasi. Gue pribadi sangat puas dan senang bisa mengikuti sesi seperti ini.

Of course, gue kepo dan bertanya untuk sesi yang lebih advance. Langsung saja gue diarahkan untuk mengambil kelas Master Class yang sebenarnya.

Art of Brewing dan Espresso & Latte Art merupakan dua kelas yang tersedia pada Starbucks Master Class.

Feel free untuk kontak Mas/Mbak Barista untuk sesi yang lebih private kalau saja waktu tidak sesuai dengan peserta lain.

Foto bareng gue, Ownid, Mas Rangga dan Team Delipark.

To sum it all, I personally strongly recommended Starbucks Reserve for you to experience.

Nggak perlu bikin janji. As simple as you walk in to the store, duduk di bar area Reserve, pilih biji kopi, pilih metode brewing dan ngobrol dengan barista.

Leave some comment kalau kamu sudah pernah merasakan pengalaman seperti ini di Starbucks Reserve! See ya!

Starbucks Reserve Delipark Podomoro Medan

Delipark Medan, Jalan Guru Patimpus simpang Jalan Putri Hijau
Jam buka sesuai operasional Delipark
Halal
Lokasi: https://goo.gl/maps/LzkMHhwRYntURHhy5

Leave a Reply