Mencari BPK Selera Rasa Hingga Ke Brahrang, Is it Worth It?

Kalo yang Mie Sop Kampung Menteng kemarin rekomendasi salah satu follower MaMa, yang ini rekomendasi Hardy, salah satu tim MaMa.

Lokasinya juga berada di luar kota Medan, tepatnya di Kota Brahrang. Perjalanannya MaMa tempuh selama sekitar satu jam, dengan mengandalkan GPS ciptaan Tuhan (baca: Hardy), meskipun sempat nyasar juga… Maklum, agak rusak memang 😅 #tidakadamanusiayangsempurna

Sampe di lokasi, saatnya kamera beraksi!

Tapi gapapa lah, yang penting nyampe toh?

No Joke, Lokasinya Asri Banget!

This is the right place kalo kamu berencana escape the city for a short while, sambil menikmati aneka sajian berbahan dasar 🐷. Tempatnya yang terbuka dan dikelilingi pepohonan bikin suasananya bener-bener asri dan somewhat relaxing.

Selain dining area, lokasi dapurnya juga cukup luas. Ada beberapa bagian buat memotong, marinate, dan memanggang daging.

Nah Ini… Yang Paling Ditunggu-Tunggu: MAKAN TIME!

Wajah-wajah yang mengganas saking kelaparan

Karena udah laper berat, MaMa pesan main hero nya dalam porsi jumbo, seperti yang lagi dipegang sama dua anak MaMa ini.

Selain daging, MaMa juga pesan berbagai menu khas Batak lainnya, diantaranya Cincang (daun ubi) Kidu-Kidu, dan Lomok-Lomok.

Kita Mulai dari Nol Babi Goreng ya, Nak!

Actually… MaMa would say ini hybrid antara kuliner khas Batak dengan Chinese food, soalnya sekilas, hidangan satu ini mirip dengan Samcan Goreng yang biasanya dengan mudah kamu temukan di rumah makan Chinese.

Meskipun begitu, mata Bobby dan Leo langsung berbinar pas masukin potongan Babi Goreng ini ke mulut. Rasanya enak nan gurih, apalagi kalo dicocol ke Sambal Andalimannya yang pedas getir… OOMPH! 👍

Tapi Oh Tapi, Babi Panggangnya yang Dabest Buat MaMa!

Overall, menurut gua rasanya lebih intens, dengan aroma smoky yang kuat kalo dibandingkan sama Babi Gorengnya. Kalo yang ini sih, dinikmati tanpa sambal atau saus tambahan lainnya aja udah endes pol! I personally prefer this one!

Tapi, Babi Panggangnya malah mengingatkan Bobby sama Daging Panggang khas Korea (maksudnya yang ada di resto Korean BBQ gitu). Jangan-jangan… BPK di sini singkatannya Babi Panggang Korea? 🤔

Moving On, Kidu-Kidu!

FYI, Kidu-Kidu ini kuliner khas Batak yang mirip sosis atau Soondae (순대) khas Korea. Isiannya bisa berbeda-beda, mulai dari sayuran, daging babi, hingga jeroan babi. Nah, yang MaMa nikmati di sini isinya daging doang.

Sama seperti Babi Goreng tadi, seems like Kidu-Kidu ini udah diberi a lil’ touch of Chinese Cuisine, soalnya Bobby dan Leo sepakat kalo rasanya justru mirip Bakkien atau ‘Meat Roll’ 😅.

Antrian Selanjutnya: Lomok-Lomok

“Lho, ini bukannya Saksang ya Ma?”

Nah, menurut penjelasan beberapa followers MaMa, Lomok artinya daging yang berasal dari hewan muda (in this case, 🐷 muda berusia 2-3 bulan). Cara masaknya sih sama dengan Saksang.

Potongan daging babi muda dimasak gak terlalu matang, kemudian dicincang halus dan ditumis dengan bumbu lainnya ditambah getah/darah. Bobby sempat kepedesan pas nyendokin Lomok-Lomok ini ke mulut. Menurut MaMa sih, rasa pedasnya mungkin berasal dari darahnya yang udah terasa pedas.

To make it less spicy, MaMa sarankan kamu nikmati Lomok-Lomok ini bareng nasi putih. Tapi kalo kamu penyuka pedas, you can eat it right away.

Now, The Real Question: Is It Worth The Long Journey?

“Aku nggak kecewa lah datang jauh-jauh ke sini!” -Leo, 2020

Gua personally juga setuju dengan statement Leo di atas. Sajian daging babi yang beragam nan nikmat, ditambah dengan suasananya yang asri (padahal pas MaMa visit mataharinya terik banget, tapi di dalam justru terasa adem) is absolutely worth the long journey.

Harganya?

Memang sih, murah dan mahal itu relatif. Tapi personally, menurut MaMa harganya masih terjangkau.

Buat yang pernah atau sering kemari, kamu tim panggang atau tim goreng nih?

BPK Selera Rasa

Alamat: https://goo.gl/maps/MNqRSzxEFobXTVws5
Jam Buka: 08.00-18.00
Rp 20.000-70.000
Non Halal Gaes

1 comment

  1. BPK itu Karo, bukan Batak… Kalau Batak coba di Siantar, Silindung. Beda rasa lagi

    Setahuku lomok-lomok itu memang bahasa Karo ada artinya, tapi itu bagian usus2. Kalau dagingnya jadi panggang. Saksang itu di restoran Batak.

    kalau Brahrang itu biasanya di sebtukan Lincun.

Leave a Reply