hokkian mie akheng

Jalan Bangka, sebuah jalan kecil lurus sepanjang 2 blok ini mungkin belakangan lebih sering terdengar dan ramai diakses, berhubung dekatnya dengan sebuah mal baru di hadir di Medan yakni Centre Point. Kendati demikian, dari dulu sudah banyak spot kuliner yang hadir, sebut saja mie hokkien Hock Seng, dan bakmi Bangka yang sebelumnya kami review juga. Selain mie Hock Seng, terdapat sebuah rumah makan yang menjual makanan serupa, mie hokkien dengan nama Akheng.

alamat mie hokkien akheng medan

Ruko 1 pintu itu mulai beroperasi mulai jam 6 pagi, karena mie hokkien memang seyogiayanya cocok masuk ke dalam kategori sarapan berat dan makan siang. Banyaknya rumah makan di jalan ini dan lalu lalang kendaraan menjadi kendala yang sering dihadapi ketika hendak memarkirkan mobil.

jalan bangka akheng medan

Akheng jalan bangka

Ruangan tanpa AC di rumah makan ini tampak bersih, rapi, dan luas dengan susunan meja yang tidak terlalu banyak dan sempit. Gerai sterling terpampang didepan dengan susunan lauk. Biasanya pelanggan dapat langsung memesan terlebih dahulu disini tanpa harus duduk di meja dan menunggu pelayan.

mie hokkien akheng

Mie hokkien Medan berbeda dengan mie hokkien di Malaysia yang mana lebih gelap. Presentasinya pun maksimal, dalam arti lauknya lebih dominan ketimbang mienya sehingga campuran lauk dan saos menjadikannya kaya citarasa dan faktor kombinasi inilah yang membedakan flavor dan ciri khas tiap outlet mie hokkien yang ada di Medan.

hokkien mie akheng bangka

Berbicara soal Mie Akheng sendiri ternyata memberikan sebuah nostalgia yang membawa kembali ke zaman SMP. Ketika itu, ada penjual mie hokkien yang berada di jalan Bangka juga dengan nama Aleng, yang mana merupakan favorit saya beserta keluarga. Sayang ternyata, potensi tersebut tidak diteruskan ke pewarisnya. Jika diinvestigasi, asisten Aleng yang dulu membantunya sekarang buka sendiri dan berjualan di Jalan Perdana, tepatnya kedai kopi Kurnia yang pernah kami tulis di tahun 2008. Salah satu ciri khas mie hokkien Aleng ialah saos cabenya. Irisan tipis cincang halus, tidak terlalu pedas dan rasanya sedikit asin namun berkarakter itulah yang membangkitkan kenangan tersebut. Ada yang tau relasi Akheng dengan Aleng dan dapat berbagi disini mungkin?