Rumah Makan ‘Atlantic Salmon’ (Closed)

grill salmon leher atlantic Rumah Makan Atlantic Salmon

Terdengar geli ketika kami mendengar sebuah nama ‘Atlantic Salmon’ sebagai nama sebuah usaha kuliner. Awal mulanya kami pikir ini sebuah cafe atau restoran yang menyajikan menu andalannya salmon dari Antartika. Lokasi yang ditempati sekarang pun terkesan asal buka, terletak pas di sebelah rumah makan Golden Yen yang berada di Kompleks MBC Jalan S.Parman (masuk dari mie YY).

rumah makan atlantic salmon medan Rumah Makan Atlantic Salmon

Atlantic Salmon, really?

Kunjungan kami bermula dari rekomendasi Bocah Gendut. Sebuah ruko dengan beberapa meja bulat disulap menjadi tempat makan, dengan sebuah lemari es panjang sebagai pembatas dapur yang menyimpan stok leher salmon. Yah..leher salmon only! Rumah makan yang hadir 2 bulan lalu ini untuk sementara hanya menyajikan 3 jenis menu…yakni Grilled Leher Salmon, Soup Leher Salmon, dan Gulai Leher Salmon. Mungkin mendengar kata ‘leher’ saja sudah membuat ilfeel, tetapi faktanya ialah memang rumah makan ini hanya menjual leher salmon (Salmon neck) karena mereka merupakan satu-satunya distributor salmon neck di Medan.

salmon neck Rumah Makan Atlantic Salmon

Lalu apa kelebihan daging salmon di bagian leher dengan daging di bagian perut pada umumnya? Pada bagian leher salmon, dagingnya lebih lembut, namun lebih sedikit porsinya. Selain itu, dagingnya juga lebih fatty. Penikmat kepala ikan juga pasti tau kenapa daging di bagian kepala ikan juga lebih sedap dinikmati ketimbang bagian perut. Kendati demikian, menikmati leher salmon itu tidak ribet, karena tidak terdapat banyak duri seperti yang dijumpai pada ikan lain.

atlantic salmon neck Rumah Makan Atlantic Salmon
Perhatikan perbedaan tekstur daging di bagian tengah dan samping

Pesanan kami malam itu komplit, kecuali sup leher salmon. Grilled salmon neck memang membutuhkan waktu yang lebih lama, kurang lebih 20 menit. Oleh karena itu, hidangan gulai lebih duluan dihidangkan di meja. Sembari masak, Lina sang pengelola rumah makan tersebut mengajak kami bercerita dan sharing tentang usahanya di malam itu. Dengan modal nekat, usaha ini dirintis dengan background nihil di bisnis kuliner. Kendati demikian, di sela perbincangan kami itu nampak keseriusannya dalam menekuni bidang ini.

gulai salmon Rumah Makan Atlantic Salmon

It’s Gulai or Curry?

Gulai salmon pun selesai dimasak dan siap dihidangkan. Leher salmon awalnya dikukus terlebih dahulu dan kuahnya dimasak terpisah. Ketika ditanya kenapa tidak dimasak berbarengan agar sari salmonnya ikut termasak kedalam sup, alasannya sederhana…agar daging salmon tidak hancur. Rumah makan ini menamakan menunya ‘gulai’, akan tetapi menurut kami menu ini lebih mirip dengan kari, specifically assam curry, much like fish head curry yang sering kami cicipi di Malaysia, hanya saja disini telah banyak dimodifikasi; menggunakan leher salmon dan tidak ada ocra (kecipir) dan terong. Nonetheless, ikannya fresh dan ‘gulai’nya….lezat.

grilled leher salmon Rumah Makan Atlantic Salmon

Grilled salmon neck, leher salmon yang digrill polos dan hanya dibubuhi sedikit garam. “Agar benar-benar merasakan rasa dari daging ikan tersebut” Ucap Lina. And it’s true, walaupun presentasinya keliatan biasa saja, dagingnya well grilled. Sedikit kering di pangkal, dan empuk juicy di bagian bawah. Now imagine this…biting the crunchy skin, followed by the juice of ‘sweetness’ flowing through your mouth, and then chew the meat….OH HEAVEN!

Underrated Hidden Gem

Satu porsi leher salmon dan nasi serta free Ice tea harganya Rp 75.000. Harga yang reasonable mengingat daging salmon yang tidak murah. Acap kali sebuah tempat makan baru yang kami underrated malah memberikan surprise. Rumah makan yang masih baru ini memang belum berani berinvestasi banyak di bagian design interior, tapi overall kami puas karena kualitas daging ikan yang fresh dan rasa makanan yang berhasil membuat kami kepingin balik lagi. Semoga dalam waktu dekat semakin banyak menu baru yang dihadirkan rumah makan ‘Salmon Atlantic’.

Rumah makan ‘Atlantic Salmon’
Komplek MBC Jalan S.Parman (Sebelah Golden Yen)
11.00 – 20.00
Telp: 0813 1777 3803

11 Replies to “Rumah Makan ‘Atlantic Salmon’ (Closed)”

  1. Maaf, dari ulasan anda sedikit kabur diatas.
    Anda bilang itu ikan salmon fresh, kalau fresh artinya tidak pernah dibekukan atau frozen, sementara sepengetahuan saya ikan salmon tidak ada di perairan Indonesia atau tidak mungkin dibudidayakan disini jadi pasti didatangkan dari luar negeri.

    Like

    1. Kalau memang definisi fresh anda spt itu, yah kami yg emang salah. Kunjungan kami waktu baru buka itu pasokan ikan baru aja masuk, jd tekstur dagingnya masi bagus setelah dimasak. Analogi yg anda maksud mgk sama halnya seperti makanan khas authentic, mau seberapa authentic sebuah makanan khas sedangkan air, garam, gula yg mendasar sudah tidak berasal dari daerah asalnya.

      Like

  2. Kunjungan kedua dalam 1 minggu itu sedikit mengecewakan… yang pertama ialah karena juru masaknya beda (yg pertama masak buat kami sih katanya keluar negeri), yang kedua mungkin juga sudah customer terakhir (again) dan sebelum kami datang ternyata sudah ramai duluan (karena ada beberapa meja yg belum dibersihkan, kekurangan SDM) jadi keburu sibuk dan capek mungkin… Kinda lost the taste like the first impression.

    Like

  3. Thanks to you ive now got a list of food to eat for my 5 day medan work trip tmr. Gonna be hard to find someone to roam medan with to cover everything!

    Like

    1. Kalo soal halal atau tidak saya kurang tau yah, tetapi yg pasti tidak mengandung babi. Seperti yang tertera diatas, harga satu set (ikan+nasi+minum) 75rb.

      Like

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s