alamat riceville multatuli

Riceville hadir baru-baru ini di Medan dengan mengusung konsep vintage di interiornya. Menempati 2 ruko, restoran ini menggantikan warung tekko setelah masa kontrak bangunannya habis. Riceville hadir dengan nuansa vintage yang kental dimana terdapat pada interiornya. Awalnya kami pikir tempat ini bakal jadi cafe, karena rancangan interior ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah restoran yang menjual makanan khas Thailand.

interior riceville multatuli

Thai restaurant with vintage feel

Jujur, siapapun yang belum pernah kesini sebelumnya pasti ga percaya bahwa Riceville menyajikan kuliner khas Thailand. Design interior ala Vintage ini sepertinya sedang ngetren karena mood serupa kami jumpai di Sowe Resto. Pohon, elemen furniture gaya 70’an, poster jadul dan ornamen-ornamen yang ‘aging’ mulai menggeser tren minimalis dan industrial.

Interior rice ville

Selidik punya selidik *cuman nanya waiter sih sebenarnya* ternyata Riceville merupakan restoran yang rebranded dari Thai Express yang dulunya beroperasi di Sun Plaza tersebut. Masa kontrak yang telah habis dan mungkin saja izin franchise yang tidak disambung lagi akhirnya pihak pengelola mengambil keputusan ini.

Okay, now let’s get to the food. Dari design interior yang wah, sayangnya menu yang disajikan hanya 3 lembar kertas yang semuanya berisi tulisan. Well maybe it’s still in the progress, tetapi sebenarnya sebuah proper menu ialah langkah yang esensial yang kerap disepelekan pengelola rumah makan. I mean, why invest so much on the interior but not on menu? Sebuah design menu yang baik akan menjadi media komunikasi dan impresi yang menentukan decision making dari pengunjung yang datang ke restoran tersebut.

Untungnya, menu disini cukup familiar dengan kami. Kurang lebih menu di Riceville sama dengan Thai Express dulunya. Mohon maaf sebelumnya karena kami kehilangan bilnya. Tetapi makanan disini boleh dibilang murah dengan harga berkisar antara 15-30 ribu rupiah.

mango salad thai

Mango thai salad mengawali dinner kami. Hidangan ini menggunakan mangga yang telah diasinkan. Not really that fresh, dan rasanya sedikit asam manis yang artificial. Sebagai salad, it failed. Sebagai asinan mangga dengan taburan kacang dan saos, it served the purpose.

mango fish rice cake

Fish cake, sebuah cemilan yang kemudian tidak kami habiskan. Rasanya sedikit alot, a bit tasteless dan sama sekali tidak berkesan fish cake.

pad thai rice ville

Ibarat nasi goreng, Pad thai ialah sebuah menu wajib kalau anda berkunjung ke negara gajah putih karena sering ditemukan di jalanan. Menu pad thai yang hampir menyerupai kwetiaw goreng sering kami jadikan benchmark, sama halnya seperti italian resto yang menyajikan Aglio Olio, menu pasta yang paling dasar. Unfortunately, it didn’t meet our expectation that nite. Rada tasteless dan tidak wangi.

ayam pandan thai

Ayam Pandan Thai, yang mana juga masih butuh improvement. Lebih terasa seperti ayam goreng biasa tanpa karakter ayam pandan Thai yang jelas.

riceville lokasi lantai 2

Boleh dibilang sih, ga banyak Thai resto yang ada di Medan ini. Sebagai restoran lama dengan wajah baru, seharusnya Riceville lebih berpengalaman dalam bisnis kuliner dan tentunya kualitas makanan menjadi prioritas tertinggi ketimbang interior dan suasana restoran yang menurut kami masih diluar konteks sebagai Thai restaurant. Pengalaman makan di malam itu sungguh disayangkan, karena tidak lebih baik dibanding saat kami makan di Thai Express.

riceville

Harga makanan yang ditawarkan Riceville menjadi salah satu key selling point, mengingat harga rata-rata restoran di kawasan Multatuli yang tinggi. Kehadiran Sawasdee yang sudah menjadi pemain lama semoga memicu persaingan yang sehat. Masih banyak ‘pe-er’ yang harus dikerjakan resto ini, but for now you only have one job Riceville, improving kitchen department.