fbpx

Bihun Kepala Ikan Asia Mega Mas

bihun kepala ikan asia mega mas

Sejak tutupnya Bihun kepala ikan Siok, banyak yang bingung dimanakah gerai ini sekarang? Tidak banyak yang tau juga penyebab tutupnya rumah makan ini. Ada yang berasumsi bahwa bisnis kuliner ini tidak gampang dijalani, ada rumor yang mengatakan bahwa salah satu anggota keluarganya jatuh sakit, dan yang lebih sering terdengar ialah pengelola rumah makan ini sekarang berbisnis hasil bumi dan jauh lebih menguntungkan. Apapun alasannya, you’ll be missed SIOK. Dan sejak itu juga, banyak versi ‘cabang Siok’ yang muncul pula, mulailah kru makanmana ber’investigasi’ mencari penerus Siok. Salah satunya? Gerai yang berjualan di kompleks Asia Mega Mas ini.

alamat bihun kepala ikan yang lim medan

Rasa penasaran ini pun terjawab ketika salah satu pembaca setia kami M1LK dan contributor Wilson menjelajahi tempat ini. Mulai berjualan pukul 5 sore, gerai ini terletak dekat dengan toko roti Polo dan sebelum supermarket. Dari spanduk yang tertera, awalnya kami merasa yakin inilah ‘cabang’ Siok. Bihun Kepala Ikan, Pindahan dari Yang Lim.

bihun kepala ikan yang lim

Dari segi penampilan sih memang ga beda jauh. Tapi begitu dicicipi…nah baru ketauan deh gerai ini bukan ‘cabang’ Siok. Salah satu ciri khas Siok ialah kuah yang lebih berat aroma susunya. Bihun daging ikan yang kami cicipi malam itu, lebih encer supnya dan lebih berat aroma jahenya. Dan bila dibandingkan, lebih menyerupai bihun kepala ikan yang berada di jalan kotacane.

ikan gabus goreng

Kendati demikian, masing-masing gerai ini mempunyai karakter sendiri. Satu mangkok bihun kuah ini harganya 25 ribu. Selain daging goreng, anda juga dapat memesan daging ikan yang direbus. Kami percaya, harusnya supnya lebih ‘manis’ apabila anda memesan daging yang direbus.

Dan setelah kongkow dengan pengelola kopitiam, barulah kami ketahui bahwa chef ini dulunya bekerja di restoran Chinese yang berada didalam Yang Lim Plaza. Nah, denger-denger ada satu gerai lagi yang menjual bihun kepala ikan di jalan Bakaran Batu. Ada yang bisa sharing barangkali?

Leo

Leo

Co-founder Makanmana. Street Food Enthusiast.

10 comments

  1. iya acek itu mmg dulunya buka di crystal yanglim… makanya dia tulis pindahan dari yanglim… tp tdk ada dibilang bihunnya asiok jg guys… so tdk ada yg salah juga kalau dipikir2… rasa makanannya jg beda,sama sekali tdk menyerupai. masing2 ada ciri khas tersendiri. kuliner makanan sejati hanya memberitahukan kemedia yg mana yg ada makanan enak, tdk perlu mengindikasikan sesuatu yg tdk bagus apalagi yg belum tentu spt kita pikirkan. biarkan org2 yg menilai. kalau tdk enak tdk mngkn jg kan rame yg dtg makan.. so ambil aja sisi positifnya

  2. Aku sih suka yg ini. Enak hehehee. Ikannya enak. Kuahnya juga luar biasa rempah2nya.

  3. Info: Sudah re open sebulan lalu

  4. Saya rasa bihun ikan yg diseberang polo bakery lebi enak dibanding gerai acek yang 1 ini. Dan daging ikannya bole request dicampur goreng n rebus. Tapi yg Siok still the best.

    1. Thanks Mega, nanti gw coba gerai yg disebutkan 😉

    2. Bener, gerai diseberang polo bakery memang lebih enak.

  5. Pengalaman saya bertanya ke pemilik kopitiam agak lucu, dia bilang kalau dia udah capekkkk menjawab pertanyaan2 dan rasa penasaran pengunjung gara2 kalimat “Pindahan dari yang Lim” itu…

    Saya penasaran seberapa ‘shock’ makanan yang ditawarkan si ‘Siok’ itu, anyway tempat ini favorit saya untuk saat ini…

    1. Hahaha make sense, awalnya si auntie juga hesitant sih… Tp untunglah mgk ga rame malam itu akhirnya mo cerita2

  6. akhirnya terjawab sudah rasa penasaran soal tagline ‘ Pindahan dari Yang Lim’ … rupanya ex koki dr Crystal Restoran di Yang Lim yah… boleh juga ide nya pake tagline itu..its a gimmick buat narik pelanggan… anyway too bad kgk ada penerus Siok di Medan…will miss this one…. thanks a lot buat reviewnya bro Leo, much appreciated 🙂

    1. Haha iya gimmick.. Tapi sbnrnya yah acek ini ada poinnya juga, toh ga ada dimention cabang Siok hehehe…

      You’re welcome xifu, makasi uda berbagi info kuliner nya

Leave a Reply