Paradise Dynasty, Centre Point Mall

paradise dynasty restaurant medan Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Kehadiran Centre Point Mall  menambah jajaran kuliner franchise di kota Medan. Sebut saja Imperial Chef, Eat & Eat Food court, White Elephant thai resto, Ta Wan, Marutama Ramen, dan yang akan kami bahas kali ini… Paradise Dynasty. Sebuah franchise yang telah sukses di negara Malaysia dan Singapura, Paradise Dynasty kini hadir dibawa oleh manajemen Boga Group.

paradise dynasty centre point Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Resto yang terletak di lantai 1 itu tampak luas, bersebelahan dengan Marutama Ramen. Jelas sekali Boga Group menguasai pangsa kuliner kelas menengah keatas di Mal ini, dari Sushi Tei, Bakerzin, Bel Mondo, Pepper Lunch, dan Eat&Eat Food court di lantai teratas. Resto yang kental akan chinese food ini menspesialisasikan diri di kuliner khas Chinese, terutama hand made La Mian dan Xiao Long Bao.

paradise dynasty medan Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Suasana oriental terasa sekali ketika anda masuk kedalam resto. Crowded, but still comfortable to dine in. Tujuan kedatangan kami malam minggu itu tidak begitu ramai sampai harus antri seperti saat grand opening. Setelah menu diberikan, kami pun memutuskan untuk memesan menu ala carte, starting with…

paradise dynasty xiao long bao Paradise Dynasty, Centre Point Mall

The original Xiao Long Bao (68 ribu), definitely. Kudu wajib dipesan kalo udah mengunjungi resto ini. Kalau anda liat di Instagram, banyak sekali yang posting XLB 8 warna yang konon menjadi signature dishnya. Too bad, karena makannya sekeluarga, ga mungkin pesan yang 8 warna terus randomly pick which one is the best, so to be fair, mesennya seragam aja hehe…

The best Xiao Long Bao in Medan

And gotta admit, it’s the best xiao long bao we’ve tasted so far in Medan. Kulit xiao long bao nya tidak setebal wantan dan tidak terlalu tipis sehingga kandungan air kaldu dan daging didalam terjaga dengan baik ketika disteam.

paradise dynasty sliced pork Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Sebagai makanan pembuka, sliced pork in garlic soya (48 ribu) ini cukup unik juga. Pork Belly membungkus irisan timun kemudian dilumuri saos garlic dan sedikit szechuan paste. A little spicy but taste good.

paradise dynasty pork dumpling Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Pan fried pork dumpling (28 ribu), kulit lebih tebal, isi daging lebih kering dan wangi…mirip seperti Sui Kiaw, dipesan untuk menjawab rasa penasaran. Still delicious, tapi kayanya lebih worthy mesan another xiao long bao rather than this.

paradise dynasty la mien sliced pork Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Going through main course, salah satu menu yang wajib pesan ialah Sliced pork La Mian (58 ribu). Kuah yang kelihatan milky ini merupakan hasil dari rebusan pork bone dan beberapa ingredient lain. The result?  tasty broth and less oily dengan paduan hand made la mian yang tipis dan lembut.

paradise dynasty la mien Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Now excuse if there’s any mistake, karena ga gitu fokus ama nama menunya, kalau ga salah menu yang satu ini zha zhiang mian (58 ribu). Saosnya lebih pekat dan kental dengan irisan tahu dan jamur serta warna yang lebih kecoklatan.

paradise dynasty hot and sour la mien Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Hot and Sour La Mian (58 ribu). Sedikit asam dan pedas dengan kuah yang sedikit lebih encer dari zha zhiang mian. Some of us like it, some didn’t.

paradise dynasty la mien sze chuan Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Sze Chuan La Mian (58 ribu). Buat yang adventurous, silahkan pesan. La Mian dengan kuah sze chuan ini luar biasa pedasnya! It’s good while preserving Sze Chuan authenticity, but we just couldn’t finish at this level of spice. Pedasnya cabe khas Sze Chuan ini sampe bikin kebas, patutkah kita juluki la mian pedas mampus?

paradise dynasty dumpling chilies Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Menu terakhir sebelum kita menutupi sesi dinner dengan menu penutup, Dumpling Chilly (45 ribu). Agak berbeda dengan pork dumpling, kulitnya lebih lembut dengan siraman kuah yang sedikit pedas dan asin.

paradise dynasty pancake Paradise Dynasty, Centre Point Mall

Closing the dinner, pancake (35 ribu). Slightly pricey, tetapi rasa yang ditawarkan memang mantap. It’s not oily, kacang merah sebagai filingnya juga tidak terasa manis sekali.

Overall experience that night was outstanding. Dengan kehadiran pengunjung yang ramai malam itu, pesanan cukup cepat dihadirkan diatas meja. Rasa makanan yang ditawarkan juga cukup remarkable walaupun harus ditebus dengan harga yang tidak murah juga. Yang masih bisa ditingkatkan lagi ialah presentasi makanan terutama pada La Mian, karena sempat terkejut ketika SzeChuan LaMian yang hadir diatas meja hanya terlihat 2 potong daging sapi.

Paradise Dynasty
Centre Point Mall #Level 1-7A
Jl. Timor/Jawa no 1 Medan
061-80510711/2

17 thoughts on “Paradise Dynasty, Centre Point Mall

  1. @Leo : sbnrnya yg dilemma itu kita sbgai konsumen,umumnya org susah membedakan mana yg pake penyedap alami,dgn mana yg memakai penyedap sintetis..

    @DR: yah,pada dasarnya rmh mkn/restoran yg memakai vetsin adlh rmh mkn yg terpaksa melakukannya karena persaingan bisnis,dan tuntutan konsumen…sorry bro saya tdk sedang membahas warteg bro,yg saya bicarakan restoran sekelas paradise..
    Dan,menurut saya bro DR,paradise dynasty itu termasuk restoran kelas atas kota medan,bayangkan saja,ikannya 1 ekor 178rb BRO….so,what I mean is…Tidaklah etis bila kita sdh membayar mhl dan diberi masakan yg dibumbui penyedap sintetis…(pesan ini utk smua owner restoran)…salam damai.✌

  2. Begitu lah ci yanti…biasa di dunia barat dikenal dgn sebutan chinese food syndrome,yah,sejenis reaksi alergi makanan yg disebabkan oleh penyedap(vetsin)/MSG….

    Secara “UMUM” vetsin/MSG dipake di masakan chinese food —> I don’t know why

    Seharusnya mnrt saya pribadi,sebuah restoran tidaklah “patut” memakai penyedap sintetis pada makanan yg mereka sajikan,karena kita telah membayar mahal,seharusnya mereka mempertahankan citarasa makanan yg sesungguhnya,…that’s why I doesn’t like eating at chinese food restaurant..

    And the most important is…..apakah restoran paradise dynasty memakai vetsin/MSG? (kami tunggu jwbnnya)

    1. Sebenarnya pemakaian vetsin itu jatuh kembali ke costnya. Alkisah ada akoh yang ngejual horfan yg lumayan terkenal (ga usah disebutin namanya) pernah bercerita bahwa awalnya beliau menggunakan kaldu asli di kuahnya dengan menggunakan tulang dan daging yang di slow cook. Namun demikian harga jualnya jadi lebih tinggi dan susah diterima masyarakat Medan yang pengen ENAK dan MURAH. Dilema kan? Jadi keputusannya gimana? Mau tetap idealis dan bisnis makin lama makin sepi atau murahin dikit pake vetsin dan lebih efisien?

    2. Bro Lonely, soal penyedap rasa, rasa2nya hampir semua resto pakai penyedap, kecuali bbrp resto yg memg menjual logo “no msg” spt resto Roland jerman yg relatif mahal. Restoran padang dan warteg2 juga pakai vetsin kok. Betul yg dibilg Leo, ironi antara idealis kualitas dan omset. Org2 pada doyan makan enak dan murah, mau ga mau ya pasti jatuhnya ke penyedap rasa. Cuman utk paradise dynasty ini, harga kan uda lumayan premium tuh, uda sepantasnya mempertimbangkan konsep “no msg”.

  3. Waktu awal2 opening,gua and suami tuh langganan tetap resto ini. Hampir tiap minggu makan di sini ampe waiters nya pun uda tanda ama kami.
    Tapi terakhir terasa byk banget micin nya sampe sakit tenggorokan wa esok pagi nya.
    Sbnr nya broth nya uda lumayan enak krn kerasa bgt kaldu. So,napa mesti byk micin gitu ta?

  4. Kalo menurut saya broth n lamiennya sesuai dgn harganya dan restoran ini bkn menjual street food baik dari kualitas dan kebersihannya. Ini adalah franchise dari singapore yg terkenal banget dgn la miennya. Dan yang paling penting saya salut banget dan ajungkan jempol buat restoran ini krn menu dan harga makanan utk malam sa cap me sedikitpun tidak dinaikkan ataupun double price seperti restoran lainnya yang mengambil keuntungan banyak pada malam sa cap me dan menyajikan makanan yg rasanya beda jauh dari yg diharapkan. Bravo Paradise Dynasty. I love ur la mien and xiao long pao.

  5. Menurut gue sih Paradise Dynasty bener bener tempat hang out yg ok … dari segi dekorasi dan tempat dah ok … sense musicnya juga dah mantap serasa di paradise… hehehe… ok … back to review .. the most … crucial food
    1 . fried rice Yang zhou .. bener bener recommended banget … saya ke sana 7 kale ..tetap saya tidak miss kan … yg satu ini .. seluruh teman2 dan anggota2 keluarga yg saya bawa tetap memuji .. masakan yg satu ini sebagai makanan utama … >rasa nasi goreng yg tidak berminyak dan dengan teknik memasak api … yg mantap ..dapat dipastikan ini adalah makanan favorit saya… ..overall semua sudah ok …
    2 . Sliced Pork La mien ….. rasa kaldunya bener bener menggelitik lidah …mie nya kenyal.. tidak benyek2 apalagi ditambah dengan cabe potong ala paradise yg segar
    banget…
    3 . Xiao long Bao …8 colour… no comment dah ..cocok buat family …doang. .kebagian 1 biji … jadi gak bisa comment
    4. Tofu … ( apa lah namanya gue lupa ) dengan rasa yg sauce yg pas dipadu dengan tofu yg dingin membuat …penutup makan terasa oke.. ..

    secara overall
    dari segi makanan nya cocok…nilai 9
    dari segi service.. nilai 8 dech gue kasih
    dari segi dekorasi dan suasana nilai 9
    dari segi harga nilai 8 …( pas buat kantong di bulan muda , gak cocok buat kantong di bulan tua )

    hehehehe sekian komentar saya ..semoga Paradise Dynasty maju terus …

  6. Kalo aku sih favoritr makan mie disana aja ketimbang makan mie jepang kurang terasa dilidah. Rasa getir dilidahnya hampir mirip dgn bumbu Batak adolina. Xiaolongbaonya justru g suka krn hrgnya selaen mahal rasanya biasa aja lbh enak makan wantan tiongsim lbh berisi padat wangi. Tp emang diakui harga Lamiennya asli ngoyak kantong ni.hahaha yg polos 50rban yg agak berisi hampir 80rb. Mudahan2 lidah org medan bisa membuat mie ini dijalanan biar semua org bisa menikmatinya jgn cmn kalangan menegah keatas.

  7. Dua kali visit di sini, merasa kalo makanannya enak, jd teringat dulu waktu sekolah di beijing, di sini rasanya mrndekati rasa yg wkt di cina, jiao zi nya jg mirip dgn yg asli cina, cuma harganya emg rada mengoyak kantong
    Bener yang dibilang Ms W kalo makanan tipe begini di cina harusnya jd makanan pinggir jalan yg murah meriah, tapi masalahnya di medan ga ada yg jual begini di tepi jalan, dan menurut gw ini masi mending dibanding cafe2 di medan yang menjual indomi, mi balap, ataupun lontong sayur di tempat mewah dengan harga mahal, cafe begini yang lebih ga pantas, karena makanannya bs dimakan di pinggir jalan dengan harga yg murah meriah

    Peace

  8. Rasa kuah lamiennya jauh berbeda dengan saat baru pembukaan dimana masih ada chef dari china pada saat itu. Untuk fried pork ribs nya pada awal pembukaan terdapat crunchy rasa garlic.2 bulan lalu,untuk ke2x saya mengunjungi dan repeat order, crunchy nya just an ordinary and oily crunch with no taste. Kuah sup lamien dandan juga uda lain rasanya.disapointed. I wont come back for the 3rd time.

    Semoga paradise dynasty bisa mempertahankan standard nya karena bisa dibilang harga yg tidak murah. Terima kasih.

    1. Dear Misskul,

      Untuk Fried Pork Ribs, akan kami lakukan test food lagi demi menjamin rasa crunchy dan garlic pada menu tsb.

      untuk chef china sendiri, masih ada di paradise dynasty nya.

      Terima kasih untuk masukannya.

      🙂

  9. For your information,
    Rasa pedas masakan sichuan yg berasal dari cabe hitam kering memang membuat lidah kebas. That’s why di china, makanan yg pedas di resto sichuan dinamakan 麻辣/ma la (kebas, pedas), misalnya malaxiangguo (hotpot pedas)
    sekedar tambahan, harga ramen terlalu mahal. In china, those kinds of lamian are typically served at small restaurants, and it’s one of the cheapest food among university students (about IDR 12000). That’s why waktu cobain ramen ini nga ada spesial2 sama sekali. Apalagi slice daging terlalu dikit. Soal pork broth, kuah lamian di china memang kaya akan kuah kaldu yg kental. Seriously, ramen paradise dynasty terlalu mahal kalau dilihat dari jenis makanan(street food). Plus, dagingnya cuma 2 slice. Not worth the price. I won’t come back for the second time 🙂

    1. Dear Ms. W,

      Thank you untuk masukannya mengenai harga yang tertera di Paradise Dynasty. Sebagai info juga, Paradise Dynasty ialah sebuah franchise yang berasal dari “SINGAPORE”, dimana untuk harga sendiri juga sudah disesuaikan. untuk konsepnya sendiri, ini bukanlah street food. melainkan ialah restoran franchise dengan konsep klasik family style.

      kalau memang mau dibandingkan dengan streetfood, tentunya kualitas, kebersihan service dan juga variasi makanannya sangat berbeda.

      untuk menu dengan daging 2 slices nya, apa boleh kami tau menu apakah tsb? supaya kami juga bisa meng-follow up hal ini ke pihak kitchen.

      Thank You

  10. Halo MaMa hallo Surya

    Thank you yah sudah drop by untuk review restoran kami.

    Sebagai pendatang baru di kota Medan, Paradise Dynasty tentunya masih banyak kekurangan dan juga banyak yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas service dan juga makanan kami.

    Thousand of thanks buat MaMa sudah sangat humble dalam memberikan tanggapan yang baik terhadap specialty dish kami; lamien dan juga Xiao Long Bao.

    @ Saudara Surya,

    advice nya akan kami put in “To do list” yah. semoga Paradise bisa menjadi tempat berkumpulnya semua kalangan masyarakat Medan jika sudah ada promo yang cukup menarik.

    Xie Xie

    Paradise Dynasty Medan

  11. Well, quite agree with MaMa’s review.

    Pernah sekali pas beberapa hari setelah soft opening (atau grand opening?) nyobain “Sze Chuan La Mian”.
    Dari segi penampilan, cukup atraktif dan menarik hati untuk menikmati.
    Dari segi rasa, cukup ‘hot’ karena sepertinya peraduan antara cabe dan merica yang cukup wah.
    Dari segi harga, a little bit pricey (menurut saya lhoooo…) karena porsi La Mian tidak terlalu banyak compare to the amount of its soup.
    Dari segi pelayanan, cukup baik. Unless, pelayan masih belum terlatih betul (mungkin efek baru operasional) sehingga banyak pesanan yang sering terlewatkan.

    Overall, oke untuk menambah referensi kuliner di Kota Medan.

    Noteable: Ada sebagian pecinta kuliner di Medan yang merasa PD serves quite high-class and of course go with the price also, sehingga akhirnya mengurungkan niat menikmati sajian La Mian yang sebenarnya cukup diacungi jempol.
    Suggestion, andai saja PD berani buat promo (means not only credit card promo, man…), sure it will attract more people to come and try.

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s