Meskipun Pakai Gas, Rasa Ga Beda: Namanya Kwetiau Andalas

8 tahun yang lalu, MaMa pernah ngereview tentang Kwetiau dan Mie Goreng Andalas. Sekitar setengah tahun yang lalu, ada perubahan yang terjadi dengan Kwetiau Andalas—mulai dari kepergian abang Ai yang masak tiap pagi sampai pindahnya Ai dari tempat jualan di Jalan Andalas.

Setelah vakuum setengah tahun, Kwetiau Andalas pun kembali lagi, kali ini dengan berjualan di Jalan Wahidin No.123. Kalau kalian datangnya dari Jalan Thamrin, kalian belok kiri aja, lurus, terus lewat jembatannya sikit. Di bagian depan ada spanduk bertulisan ‘Kwetiau Andalas’ pindahan dari Jalan Andalas.

Karena menghilang selama beberapa bulan, MaMa pun jadi kangen banget sama Mie Goreng di sini yang jadi favorit. That’s why setelah diberita tahu kalau mereka bakal kembali lagi, MaMa datang langsung ke lokasi supaya bisa tau apa aja yang berubah setelah pindah ke tempat yang baru ini.

Perubahan terbesar: Ga lagi pakai arang yang uda jadi signature Kwetiau Andalas.

Pakai gas

Mungkin perubahan terbesar menurut MaMa ialah penggunaan gas sebagai pengganti tungku arang yang menjadi daya tarik Kwetiau Andalas. Tapi bisa dimengerti, karena sebenarnya memasak dengan arang ga gitu bagus buat kesehatan, apalagi untuk Ai-nya.

Hal lain yang berbeda dengan dulu adalah jam operasional Kwetiau Andalas. Dulu, Kwetiau Andalas ini merupakan salah satu street food malam yang diburu kaum kelelawar.

Berhubung adanya beberapa alasan (lokasi, pandemik, dll), Kwetiau Andalas hanya buka di pagi hari, dari jam 6 pagi sampai jam 1 siang, cocoklah buat sarapan sama brunch.

Buat kalian yang sering makan Kwetiau Andalas sebelumnya, pasti tau harganya lumayan mahal. Nah, ini perubahan yang pasti paling kalian sukai: harganya uda disesuaikan supaya sarapan kita bisa lebih ekonomis!

Kalian cuma perlu meronggoh krocek seharga 8rb untuk seporsi Kwetiau/Mie Polos. Pakai telur 15rb. Lengkap? 25rb!

Rasa Makanannya Berubah Ga?

Ini mungkin pertanyaan yang pastinya buat kalian paling penasaran. Untuk jawabannya, langsung aja kita dengerin kata cocoh Leo dan Bobby, especially cocoh Leo karena dia yang paling sering makan Kwetiau Andalas sebelumnya.

Mie Goreng Andalas

Menurut Leo, rasanya ga banyak berubah, and still very tasty. Yang jadi favorit tetep Mie Kuningnya yang enak. Even for me, yang jujur aja ga gitu suka mie kuning, fell in love with this noodle!

Jangan lupa ditambah cabe ijonya. Pedesnya endes!

Teksturnya ga se al-dente yang diekspetasikan, tapi justru itu yang buat mie ini enak. Lembek tapi ga jemek, mienya menyerap semua bumbu-bumbu yang dioseng bersama.

Kwetiau Gorengnya Pake Kwetiau Beras

Buat kalian yang sering ke sini dulu, pasti tau kalau Kwetiau Andalas ini pakai Kwetiau Beras sebagai bahan utama Kwetiau Gorengnya.

Versi Polos

Teksturnya yang padat dan ga gitu kenyal menjadi daya tarik Kwetiau Goreng di sini. Meskipun begitu, sebenarnya banyak penggemar Kwetiau Beras yang datang untuk Mie Kuningnya, and we did too, honestly.

Versi Pakai Telur

Kalian bisa pesen versi polos, telur ataupun paket lengkap alias ada 2 jenis bakso, udang segar, sama lap cheong. FYI, kalau pesen telur, otomatis pakai telur bebek karena lebih gurih dan warnanya juga lebih menggugah selera di mata.


In the end, apa sih menu favoritmu di Kwetiau Andalas?

2 comments

  1. Akhirnya buka lagi kwetiau andalas ini, napa pindah ya padahal di andalas uda trademarknya hehe…anyway thanks infonya mama…GBU

Leave a Reply