Ini Dia 5 Kuliner Khas Jawa yang Bisa Kamu Temukan di Medan!

Bagi yang pernah kuliah di Pulau Jawa atau yang aslinya berasal dari Pulau Jawa pasti gak asing dengan 5 jenis kuliner ini.

ketoprak jakarta kuliner medan

Nah, salah satu tantangan bagi mereka ketika pulang atau hijrah ke Medan adalah sulitnya menemukan hidangan otentik khas Jawa di kala rindu melanda.

Maka dari itu, MaMa berkelana hingga ke tiap sudut kota demi membantu mereka melepas rasa rindu mereka akan Pulau Jawa yang jadi bagian besar dari hidup mereka.

Di mana aja itu? Scroll away!

Ketoprak – Jakarta

Jl. S. Parman No.250A

Yang pertama, ada makanan khas Ibukota Indonesia yang ada di Pulau Jawa, Ketoprak!

Basically, ketoprak terdiri dari lontong/ketupat, tahu, bihun, timun, tauge, telur rebus, kemudian disiram saus kacang, kecap manis, serta bawang goreng dan kerupuk sebagai pelengkap. Alat-alat yang digunakan pun cukup sederhana, hanya ulekan dan sebilah pisau.

Never Judge a Book by Its Cover!

Meskipun terlihat sederhana, soal rasa kamu bisa lihat sendiri dari antrian para pelanggan setia yang menuntut a piece of Jakarta di Jl. S. Parman, Medan.

Personally, menurut MaMa sih lontongnya agak jemek dan bumbu kacangnya kurang banyak. But still, this place is worth a visit kalo kamu rindu seporsi ketoprak khas Jakarta.

Warung Suroboyo – Surabaya

Jalan Sei Batang Hari No. 174, simpang Jalan Sunggal

Apa yang terlintas di pikiran kamu kalo denger kata “Kuliner khas Surabaya”? Mungkin dua diantaranya adalah Rawon dan Rujak Cingur.

Lucky for you, kamu bisa dapetin keduanya di Medan, tepatnya di Warung Suroboyo.

Rawon sendiri adalah hidangan kuah kental berwarna hitam yang berasal dari Kluwak. Menurut Bobby, teksturnya mirip dengan Soto, tapi lebih berminyak dan terasa lebih nutty dibandingkan Soto.

Bumbu rujak yang berwarna kehitaman (karena terbuat dari Bumbu Petis/Udang) dan penggunaan Cingur/Congor (mulut sapi) jadi dua hal yang membedakan Rujak Cingur dengan Rujak Medan. Aroma udang yang kuat langsung menusuk sejak suapan pertama.

Biar lebih lengkapnya, langsung aja klik video di atas!

Gudeg Jogja – Yogyakarta

Jl. Bambu No.1D

Warung ini seakan menjawab pertanyaan “Ma, nyari Gudeg di mana?”

Gudeg sendiri terbuat dari nangka muda (gori) yang dimasak dengan daun jati selama beberapa jam hingga berwarna merah kecoklatan.

Di Tanah Jawa sendiri, Gudeg terasa sangat manis. Nah, untuk menyesuaikan dengan lidah orang Medan, tingkat kemanisan Gudeg di gerai Bu Ari dikurangi.

Porsi “default” Gudeg Bu Ari terdiri dari nangka yang tadi dengan Krecek (sekali lagi bukan Kecrek ya!), yaitu bagian halus kulit sapi/lembu/kerbau yang digoreng terlebih dulu sebelum dimasak dengan bumbu.

Untuk opsi yang lebih kenyang dan praktis, pesan aja Paket Nasi Gudeg Ayam, yang di dalamnya termasuk opor ayam, ceker, telur, dan tahu/tempe bacem.

Ayam Goreng Karawaci – Tangerang

Ada beberapa outlet di Medan, tapi yang MaMa kunjungi outlet di Komplek Ruko Grand Cemara Asri (Hadap Jalan Cemara)

Ayam goreng adalah hidangan yang populer banget di Indonesia, tak terkecuali Medan. Lalu, apa bedanya Ayam Goreng Karawaci dengan yang biasa?

Salah satu faktor kenapa Ayam Goreng Karawaci punya banyak penggemar adalah karena harganya yang di bawah rata-rata. Tapi, jangan anggap remeh soal rasanya!

Ayam goreng di sini berukuran gak terlalu besar, jadi dagingnya matang sempurna.

Plus, kremesnya generous banget! Cocoklah kalo dimakan bareng sepiring nasi hangat. Endes pol!

Then, kalo kamu udah mutusin buat kemari, jangan lupa cobain Sayur Asamnya juga. Rasa asam yang nendang dengan tingkat kepedasan rendah, ditambah lagi dengan sayuran dengan kematangan yang tepat bikin Sayur Asam di sini beneran worth trying.

Bebek Ubud – Bali

Jalan Patimura No. 421, Medan

Daging bebek terkenal alot dan susah diolah. Namun, di tangan orang Bali, khususnya Ubud, daging bebek digoreng hingga kering (bahkan sampe ke tulangnya!) sehingga jadi santapan wajib para turis kalo mengunjungi Bali.

Tapi kini, kamu gak perlu jauh-jauh lagi ke Bali untuk menikmati Crispy Duck, karena di Medan outletnya makin bejibun, salah satunya Bebek Ubud yang berada di Jl. Pattimura.

Bebek Crispy disajikan bareng nasi dan condiments berupa urap dan sambal matah khas Bali, so expect a mix of flavors and textures inside this dish.

Tapi, kalo kamu lebih demen lebih banyak variasi dalam satu piring, opt for Bebek Nasi Campur instead, yang berisi nasi putih, perkedel jagung, rendang sapi, telur pindang, setusuk sate lilit, urap, kerupuk dan sepotong bebek crispy.

Ingin Melepas Rindu dengan Hidangan Jawa yang Mana Lagi?

Meskipun belum tentu hidangan-hidangan di atas sama persis yang ada di Pulau Jawa, but still, it’s enough buat melepas rasa rindu sebelum kamu merencanakan perjalanan berikutnya ke Pulau Jawa.

Last but not least, kalo kamu punya referensi makanan khas Jawa di Medan, comment di bawah biar bisa segera digas anak-anak MaMa yang lain!