Nasi Ayam Hainan No.10 Selat Panjang

Siapa yang tidak kenal dengan nama besar Selat Panjang sebagai salah satu jalanan pusat chinese food di kota Medan? Dan harus kita akui, cukup banyak gerai dengan nama besar yang melegenda lahir disini. Sebut saja Mie Tiongsim, Kede Bubur Pek Cam Kee Selat Panjang, Bakpao Kacamata dan tentu saja Nasi Ayam Hainan SP No.10.

Apabila anda membaca post ini sebagai turis yang hendak mengunjungi Medan, tentu kedatangan ke Medan tidak akan lengkap apabila tidak mampir disini. Soal nama, rumah makan yang sudah berjualan selama lebih dari 40 tahun ini menempati ruko no.10 di jalan Selat Panjang *atau singkatnya SP. Sedikit sejarah tentang tempat ini, dulunya mereka memulai usaha menjual seafood sebelum kemudian berubah haluan menjual Nasi Ayam.

porsi ayam goreng hainan beserta lauk

Style yang disajikan adalah jenis Nasi Ayam Hainam/Hainan. Anda bisa memilih antara ayam goreng (coklat), atau ayam rebus (putih), atau jangan sebutkan apa-apa dan anda dapatkan campuran 2 jenis ayam, sambal udang, cumi rebus dan potongan tahu sebagai teman bersantap sepiring nasi hangat dengan semangkuk soup of the day. Oh ya, kalo mau lebih spesifik, beritahu bagian daging yang anda kehendaki, misalnya bagian paha atau dada. Bumbu yang diracik meresap ke kulit ayam goreng, so don’t peel it off, or it’s like eating KFC chicken without the skin.

nasinya harum dan gurih, terpisah dengan lauk supaya ga belepotan

The rice itself only is already worth eating, seriously. Wangi dari kombinasi rempahnya kaya, dan tekstur nasinya tidak terlalu basah yang biasanya mengakibatkan nasi bergumpal dan tidak terlalu kering, bahkan sekalipun ketika di takeaway.

Styling nasi ayam hainan sp10 dari luar

Berkat renovasi beberapa waktu yang lalu, tempat ini pun cukup luas dan nyaman dibandingkan dengan ruko-ruko sebelahnya. Selain Nasi Ayam, tempat ini juga menyajikan gado-gado dan bubur ikan, which we haven’t tried yet. Dengan porsi yang cukup ‘fair’, kami masih merasa harga 25.000 yang ditawarkan tidak terlalu tinggi berbanding servis dan citarasa. Well in fact, this is one of makanmana.net favorite and it’s RECOMMENDED.

acek tukang potong ayam yang murah senyuman

Btw, Acek ini bukan pemilik lho. Adalah Ko Ronnie the man behind the gun, chicken nasi ayam SP10 yang meracik bumbu dan menyiapkan segalanya disaat subuh yang kemudian tanggung jawabnya diserahkan ke asisten yang juga kerabatnya. Selain di Selat Panjang, rumah makan ini juga membuka cabang di Jalan Kalimantan dan food court di B&G Tower yang mana dikelola oleh anak-anaknya.

13 thoughts on “Nasi Ayam Hainan No.10 Selat Panjang

  1. Bro, sorry kalo gua protes masalah kategori Nasi Ayam Hainan No.10 Selat Panjang dicantumkan di ”No Pork” actually, dalam agama gua pork itu bukan hanya dagingnya doang yang haram tp semuanya baik minyaknya, wadahnya gak boleh terkontaminasi dengan bekas pork dan bahkan cara pemotongan hewan pun kayak ayam dan sapi harus sesuai dengan syarat halal. Gua mau saranin sih sebelum lo cantumin di no pork lo harus check lagi dan lebih baik kalo lo buat category khusus “halal food” berdasarkan sertifikat MUI. Jujur aja category yang lo buat sedikit ambigu menurut gua. Mohon dipertimbangkan.

    1. Usulan “No Pork” dari persepsi kami awalnya hanya sebagai pengganti kategori makanan yang ‘halal’, namun tidak memiliki sertifikasi MUI. Kalo di case nasi ayam no 10 ini sudah jelas tidak halal karena tidak memiliki sertifikat, namun pada batasan tertentu kami kategorikan ‘no pork’ sehingga memudahkan pengkategorian dalam pencarian tempat makan, and that’s it.. Tujuan kami hanya mengkategorikan yang “non-halal” dengan “no pork”.

      Untuk kenyamanan anda, selebihnya sih memang harus ditanyakan langsung ke pengelola usaha karena sudah jelas kami tidak memiliki nara sumber dan akses yang melebihi kemampuan kami untuk menyatakan suatu tempat ini halal atau tidak. Most of the time kami datang sebagai mysterious diner jadi kami tidak berinteraksi sama sekali dengan pengelola rumah makan, apalagi mengakses dapurnya.

      Harap maklum.

  2. Bubur ikannya maknyus ! Apalagi kalo pake telur mentah dibwahnya yg kmdian dibuat stenga batang krn buburnya yg panas ! Must try deh !

Berikan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s