5 tahun lalu pas MaMa berkunjung ke Kabanjahe, Kiniulin Bistro jadi salah satu tempat makan yang menyisakan banyak kesan dan kenangan. Aneka hidangan fusion Barat-Karo yang kreatif bikin MaMa impressed parah saat itu. Makanya, MaMa sedih banget pas Kiniulin tiba-tiba mengumumkan kalau mereka tutup! 😭
Btw, untuk video lengkap pas MaMa mengunjungi Kiniulin di Kabanjahe sekaligus sedikit kisah para pengelolanya, bisa ditonton di sini ya!
Tapi, baru-baru ini terdengar kabar kalau Kiniulin buka kembali, di Medan pula! Wah, MaMa langsung senang tak kepalang, tak sabar untuk cobain menu-menu fusion yang bikin MaMa tersenyum lebar.
Kiniulin, dari Kabanjahe, lalu Berastagi, dan kini hadir di Medan

Meskipun di Medan baru buka kurang dari sebulan (pas artikel ini terbit), tapi di standing post bagian depan kalian bakal lihat ‘est. 2018’. Yup, seperti yang MaMa bilang tadi, Kiniulin udah eksis sejak tahun 2018 di Kabanjahe. Empat tahun kemudian, mereka pindah ke Berastagi. Barulah awal bulan kemarin, Kiniulin resmi dibuka di Medan.
Interiornya Masih Seperti Dulu
Yaa… Tak sama persis sih, tapi Kiniulin masih mempertahankan simplicity, homey, and coziness dari outlet lama di Kabanjahe.





Menu-Menunya Pun Masih Seperti Dulu!
MaMa excited banget pas buka buku menu, soalnya semua menu favorit MaMa di Kiniulin Kabanjahe dulu masih ada! Kali ini, MaMa bakal coba dua diantaranya, sekaligus beberapa menu yang belum pernah MaMa coba sebelumnya.


Gentang Goreng (35rb)
Alasan MaMa menaruh menu camilan ini paling atas adalah karena ini menu yang berbeda dari kentang goreng biasanya, sekaligus best seller Kiniulin sejak 2018.

Berbeda dari kentang goreng biasa, Gentang Goreng menggunakan kentang merah hasil pertanian Tanah Karo, yang digoreng bersama kulitnya. Hasilnya adalah potongan kentang yang garing di luar tapi lembut di dalam. Tak ada marinasi atau tambahan tepung apapun (hanya dibumbui garam), tapi cita rasanya gurih banget!
Sayangnya, tak ada versi frozen dari Gentang Goreng ini, soalnya menurut Natalia Sebayang (co-owner Kiniulin), cita rasa kentang merah ini bakal berbeda setelah di-frozen. Belum lagi, kentang merah ini hanya bisa tahan tiga hari di chiller. Selain itu, saus mayonnaise yang dulunya homemade kini tak lagi dibuat sendiri karena cuaca panas Medan yang bakal cepat merusak mayonnaise-nya.
MPK (Manuk Panggang Kiniulin / Ayam Panggang Kiniulin) Rice (40rb)

Alih-alih nasi putih, menu MPK ini justru memakai nasi tumis tuba (andaliman), yang bikin MPK Rice jadi menu ter-‘Karo’ menurut MaMa. Tak tanggung-tanggung, kalian bakal langsung merasakan perpaduan rasa yang kompleks sejak suapan pertama!

Bukan, ini bukan kidu-kidu, tapi sosis ayam yang dikreasikan sendiri oleh Kiniulin! Karena rumah makan ini no pork no lard, sosisnya diganti dengan daging ayam, dengan tampilan yang menyerupai wujud aslinya.
Spicy Mozzarella Noodle (45rb)
Selain barat dan Karo, ternyata di Kiniulin juga ada perpaduan menu barat dan Korea! Spaghetti dengan kuah (kental) dari keju mozzarella dipadukan dengan gochujang (bumbu cabe fermentasi khas Korea) dan eomuk (bakso ikan udang khas Korea) homemade.


Pecinta keju wajib banget cobain menu ini, soalnya cita rasa kejunya dominan banget, dengan gochujang yang sedikit menetralkan aromanya agar tak terlalu ‘cheesy’.
Spaghetti Manuk Kencong (40rb)
Selain Gentang Goreng, menu spaghetti yang dipadukan dengan keju dan ayam masak kecombrang ini juga berkesan banget pas di Kabanjahe dulu, jadi tentu saja menu ini tak luput dari pesanan MaMa!


Buat yang suka aroma kecombrang, menu ini wajib banget sih! Harumnya kecombrang serasi banget dengan potongan kecil nan lembutnya daging ayam serta spaghetti yang al dente.
Ramen Katsu (50rb)


Kalau menu lain hanya perpaduan dua negara, yang ini tiga negara sekaligus!
Spaghetti khas Italia sengaja dibuat sehingga teksturnya mirip ramen, lalu dimasak dengan kuah ramen homemade dan potongan katsu khas Jepang. Sebagai sentuhan akhir, ada telur rebus, serta sambal tuba (andaliman) khas Karo yang disajikan terpisah.

Nurung Kerah Rice (38rb)
Fyi, nurung kerah adalah sajian ikan lele asap khas Karo, yang biasa disebut juga dengan ikan sale. Di Kiniulin, ikan sale dimasak garing pedas, lalu disajikan dengan nasi goreng khas Kiniulin dan telur orak arik.


Begitu masuk ke mulut, aroma smoky yang kuat langsung menendang tastebuds, bikin MaMa auto excited! Hint pedasnya juga bikin Nurung Kerah Rice ini makin nikmat.
Bonus: Sliced Beef Rice (48rb)
Secara tampilan sih mirip dengan Nurung Kerah Rice, bedanya hanya pada irisan daging sapi tumis dan nasi tumis bombay cabe merah alih-alih nurung kerah dan nasi goreng.

Kopi dan Mojito-in Dulu, Biar Adem!
Setelah menikmati aneka menu makanan dengan cita rasa kompleks, MaMa akhiri dengan minuman kopi dan mojito yang menarik mata.

Rasa Rindu MaMa Terobati Sudah!
Tiap suapan aneka menu Kiniulin bikin MaMa flashback kembali ke lima tahun lalu, pas MaMa mengunjungi Kiniulin di Kabanjahe untuk pertama kalinya. Kini, aneka menu yang bikin rindu tersebut udah bisa dinikmati di Medan!

Tak cuman dari segi makanan, kalian juga masih bisa ngerasain suasana Kiniulin selama di Kabanjahe di Medan, berkat vibes interior yang simpel tapi homey dan cozy (NB: cat birunya bikin keseluruhan suasananya menenangkan banget!)
Kiniulin Fusion Eatery
Jl. Bunga Ester No.42, Pasar VI Padang Bulan, Kec. Medan Selayang
https://maps.app.goo.gl/TvkLyaijU6DcyiGz8
Jam Operasional:
11.00-22.00 (Senin-Kamis)
11.00-23.00 (Jumat-Minggu)
No Pork No Lard

Leave a Reply